Kamis, 08 September 2016

Roadtrip South Tyrol

#BDitalia #BDaustria #BDtirol #BDsouthtyrol
Roadtrip South Tyrol
Liburan ke South Tyrol ini sebenarnya melenceng dari rencana semula, karena tadinya saya udah buking hotel di La Spezia, buat mengunjungi Cinque Terre. Gugel sana sini dan nontonin travelvlog orang2 di youtube, akhirnya rute liburan bergeser 300 km ke arah utara: South Tyrol, khususnya daerah pegunungan Dolomiti di Italia.
Uniknya daerah South Tyrol ini, secara teori letaknya di Italia, tapi sebagian besar penduduknya berbahasa Jerman dan semua nama tempat pun ditulis dalam 2 bahasa (Jerman dan Italia), bahkan di beberapa tempat 3 (bahasa asli penduduk sana, Ladin).
Saya berangkat dari Belanda pakai mobil, jaraknya sekitar 1000 km. Cara lebih gampangnya adalah naik kapal terbang sampai Innsbruck, lalu dilanjutkan jalan darat. Atau dari Venezia, dengan bus atau kereta api, jaraknya cuma 200 km.
Asiknya pakai mobil adalah bisa memilih jalan yang pemandangannya bagus-bagus, cuma resikonya adalah perjalanan jadi lebih panjang karena sengaja keluar dari jalan tol biar bisa melewati jalan gunung yang berliku-liku (mountainpass).
Tujuan utama ke sini adalah mau liat gunung Tre Cime di Lavaredo (Drei Zinnen) yang katanya paling banyak dikunjungi dari rangkaian pegunungan Dolomiti. Ada rute jalan kaki yang bisa diikuti, jaraknya sekitar 10 km. Di beberapa tempat ada rifugio atau mountain shelter yang bisa dipakai untuk istirahat, makan minum, bahkan menginap.
Rute yang saya pilih adalah rute 101 lalu disambung dengan 105. Ada 4 rifugio di rute ini. Awalnya sih oke dan datar, lewat rifugio kedua baru baik turun, dan setelah rifugio ketiga, alamak betis rasanya mau copot. Tapi terbayar lah semua melihat pemandangan dengan faktor wow yang tinggi.
Tempat lainnya yang asik untuk dikunjungi adalah Lago di Braies, danau gunung dengan warna hijau tosca. Ada juga rute jalan keliling danau, ada naik turunnya tapi sedikit koq. Jaraknya cuma 3.5 km.
Saya menginap di Dobbiaco/Toblach yang letaknya di lembah Pusteria. Pemandangannya asik walau kotanya kecil. Waktu mau pulang sedih juga, tempat ini ngangenin. Terutama yg suka jalan di gunung, ada banyak rute asik di sekitar situ. Website ini sangat membantu waktu saya bikin itinerary www.three-peaks.info
Ada beberapa video, tapi berhubung lama banget uploadnya, satu aja deh
https://youtu.be/S5NFmYl3jOc

Kamis, 04 Agustus 2016

AROUNT THE WORLD WITH FAMILY? It's Posible

Traveling around the world as a family? Is it possible?
"Saya udah merit mbak, jadi ga bisa kaya mbak keliling dunia"
"Duuh saya iri bangggeeet, saya pengen banget kaya kamu tapi saya udah jadi ibu dari 2 anak"
"Kita punya mimpi yang sama, kamu berhasil mewujudkannya dan saya saya mengubur mimpi saya saat saya memutuskan untuk menikah" Dsb dst..
Saya nerima banyak msg dengan aroma seperti itu, mereka mengubur impian untuk traveling around the world karena mereka sudah berkeluarga.
Karena saya belum berkeluarga jadi saya ga bisa berkomentar banyak, tapiii ijinkan saya membagi sedikit pandangan yang ada di kepala saya sebagai seorang traveler abal-abal 
Saat saya traveling saya ketemu banyak pasutri yang lagi round the world dan yang bikin saya kaget saya juga bertemu beberapa keluarga lengkap (ayah ibu dan anak) yang sedang long term traveling. Mereka berencana jalan 6 bulan, 8 bulan, 1 tahun. Ada yang udah jalan 2 bulan ada yang masuk 4 bulan. Anaknya ada yang masih umur 4 tahun ada yang umur 6 tahun ada yang masih 2 tahun. Ada yang single parent ada yang keluarga lengkap.
I was amazed by their decision to travel the world as a family apalagi kalo mereka punya anak kecil.. they inspired me! Definitely will do this later.. once i have family.. amiiinnnn..
Saya banyak ngobrol dengan mereka, apa yang mendasari mereka gimana persiapan mereka dan apa yang mereka alami. Mereka menjelaskan ke saya kalo semua itu berasal dari mimpi dan kecintaan mereka terhadap traveling, kalo traveling mengajarkan mereka banyak hal dan mereka ingin anak-anak mereka juga belajar saat traveling.
Saat pulang ke indonesia terkadang saya memberikan pendapat saya kalo ada yang bertanya atau terjebak di diskusi ini dan sekarang saya me coba mengemukakan apa yang ada di pikiran saya soal ini.
> we are indonesian and not bule!
Ini kalimat yang sering saya dengar saat saya memberikan contoh keluarga2 bule yg traveling around the world
Emang yang bisa traveling bareng keluarga itu cuman bule aja? Indonesian or bule sama aja. Mata kita dua, tangan kita dua, kaki dua. Darah daging tulang.. apa bedanya? Kalau mereka bisa kenapa kita enggak?
We just need to open mind! Be open minded person. Semua orang berhak untuk keliling dunia. Indonesian or bule.. as a single or married couple or family with kid.
Well tentu saja sebagai orang Indonesia ada beberapa disadvantages dibanding bule-bule tapi dengan kerja keras dan doa saya percaya Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita, jadi kenapa enggak?
> only me wanted to travel the world.
Pasangan ga ada desire untuk keliling dunia? Work on it. Poto dibawah itu keluarga yang sedang keliling dunia mereka mampir ke tempat saya. Yang punya ide adalah istrinya, suaminya mikir dia orang gila.. but in the end she got him! Ceweknya ngasi tau kalo meyakinkan suaminya itu ga gampang tapi pada akhirnya mereka setuju.
Tell your partner your dream! Your beautiful dream to travel the world. Convince your partner, if you really want it you will get it. As i told you.. berusaha dan berdoa melewati semua halangan.. Tuhan tidak tidur dan maha pendengar. Jika kamu menginginkannya dan berusaha sekuat tenaga.. you will get it.
>It's not easy for family to travel the world or is it easy?
Pertama dari segi biaya, membutuhkan biaya yang besar. Ortu mungkin bisa atau terbiasa traveling tanpa kenyamanan tapi saat membawa anak kenyamanan dan keamanan mereka itu jadi nomor satu dan kenyamanan itu perlu dibayar. Jadi mereka mempersiapakan dana yang besar untuk itu. Tapi mereka juga bilang kalo punya uang ya kenapa ga dipergunakan untuk traveling? Uang di bank tidak akan memberikan apa-apa selain uang lagi, tapi uang yang dihabiskan untuk traveling itu dipastikan well spent.
Bekerja keras trus menabung, terakhir membereskan rumah-rumah, untuk disewakan sehingga mereka mendapatkan pendapatan dari sewa rumah.
Trus karena bareng anak-anak tentu harus mempertimbangkan perasaan anak, mereka akan berpisah dengan teman-teman mereka, mempertimbangkan bagaimana sekolah atau edukasi mereka. Ada banyak pertimbangan yang menyangkut anak harus diambil jalan keluarnya. Tapi begitu semua settled, pengalaman yang didapat sepadan dengan semua kepusingan diawal.
Jadi gampang atau tidak gampang itu tergantung, seberani apakah sebuah keluarga untuk berkelana mengelilingi dunia.
>Anak akan ketinggalan pelajaran.. nope! Salah besar.. yang bener anak tidak pernah ketinggalan pelajaran saat keliling dunia.
Salah satu masalah besar saat keluarga memutuskan untuk RTW adalah children's education. Sekolahnya gimana, pelajarannya gimana, ini gimana itu gimana.
Sekeren apapun sekolah saya berpikir tidak ada yang bisa menyaingi Real World as the best teacher. Guru terbaik itu bukan mereka yang berdiri di depan kelas menerangkan tentang mata pelajaran, tapi guru terbaik adalah kehidupan nyata yang akan mereka alami saat traveling.
Pelajaran itu tidak hanya didapat saat anak belajar di sekolah tapi justru pelajaran terbaik itu bisa didapat saat mereka belajar langsung dari dunia, ilmu itu tidak hanya didapatkan saat anak membaca dari buku pelajaran tapi justru ilmu terbaik itu didapat saat anak melihat dan merasakan langsung serta menjadi bagian dari dunia.
Instead of we send our children to the class room to learn how to face the world why don't we let the world teach them, Let us consider how great it will be to have the world as their teacher, their best teacher
Jadi pemikiran anak akan ketinggalan pelajaran saat berkeliling dunia itu salah, mereka mungkin ketinggalan pelajaran based on text book tapi mereka akan belajar banyak hal based on real world, mereka akan ketemu banyak orang keren yang menceritakan banyak kisah luar biasa tentang dunia, they will learn new language from native people, mereka akan bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda. Mereka akan melihat berbagai macam kebudayaan, mereka akan melihat manusia-manusia berbeda di belahan dunia lain, warna kulit, warna rambut, warna mata yang berbeda. Mereka akan mencoba berbagai makanan yang berbeda dari yang biasa mereka makan. Mari kita berikan mereka kebebasan untuk merekam sebanyak mungkin perbedaan sehingga mereka akan belajar banyak dari perbedaan-perbedaan yang mereka temui.
Ada banyak ilmu yang bisa mereka dapatkan. Bukannya akan ketinggalan pelajaran tapi mereka akan berada jauh di depan teman-temannya yang lain. Meninggalkan bangku sekolah selama 1 tahun untuk traveling around the world bukan berarti kemunduran tetapi justru sebuah loncatan.
Itu buruk-buruknya kalo anak harus tinggal kelas, tapi kita bisa berdiskusi dengan guru dan pihak sekolah apa ada kemungkinan home schooling atau belajar online. Saat pulang bisa ikut ujian persamaan dan jika lolos mereka bisa melanjutkan sekolah tanpa harus tinggal kelas.
Let's give them a year full of amazing experiences with hope they will grow up dengan pemikiran seorang traveler. Yang mempunyai pikiran yang terbuka, selalu penasaran dan menjadi seorang pekerja keras demi mimpi-mimpi mereka. Siapa yang tidak mau punya anak seperti itu?
>kids playroom is not room full of toys.
Yes ruang main anak-anak bukanlah ruangan penuh mainan atau gadget.
kids playroom is mountains, lakes, beaches, desert. Mari kita ajak akan-anak berlari di alam terbuka, melihat keindahan danau-danau di finlandia, melihat keindahan bintang-bintang di Sahara, berenang di laut kaspian. Nature would love to have your kids as their bestfriend.
> anak akan punya teman from around the world.
Dengan pembawaan yang natural anak bisa berteman dengan gampang, mereka akan berteman dengan anak2 from all around the world. Saya membayangkan orang tua yang tersenyum bahagia melihat anaknya bermain dengan teman barunya somewhere in Africa. They are soo different but they laugh together and they play even with language barrier. Tentu ada perasaan luar biasa yang dirasakan orang tua.
>there is gonna be tons of life lesson for parent.
Untuk orang tua tentu banyak pelajaran saat traveling sekeluarga, lebih sabar, lebih fokus, bisa lebih jago mengontrol rasa egois dan akan banyak belajar sesuatu yang biasanya terlewatkan saat jalan sendirian. Why? Because kids always curious! Mereka punya cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. They will ask you tons of questions. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang terlewatkan oleh kita sebagai orang dewasa, pertanyaan yang tidak terpikirkan oleh kita, kenapa begini kenapa begitu. Orang tua harus bisa menjawab dan menjelaskan saat orang tua tidak tahu jawabannya maka tugas mereka untuk mencari tahu dan saat mencari tahu bukankah pengetahuan orang tua juga bertambah?
>for the parent living in your dreams with your children is truly rewarding.
It is full of adventures, full of life-family experiences, full of unforgettable memories.. for both parent and children.
Never say that it would never works. Kita ga akan tahu sampe kita mencoba sendiri and believe me.. alot of families have done it, and most of them they never regret their decision to travel the world as a family.
Your dreams to travel the world doesn't end when you signed "Buku Nikah" or when you decided to build a family or when you become a wife/a husband or when children enter the family card. If you are willing to work hard for your dream saya percaya akan ada jalannya. For me with all disadvantages as Indonesian traveler, i will keep work hard for this dream. Walaupun keluarganya belum ada. Mimpi aja dulu..
Tapi tentu saja, jangan terbuai dengan serunya petualangan yang akan didapat. Pikirkan matang-matang. RTW bareng keluarga itu jauh berbeda dengan saat sendiri, pertimbangan masak-masak, siapkan segalanya termasuk finansial. Lakukan hanya kalau sudah siap semua. Tapi itu adalah hal yang sangat mungkin untuk dilakukan.
Soo this is it.. Akhirnya saya bisa mengemukakan pendapat saya setelah berpikir haruskah saya mengemukakan pendapat saya? Secara saya masih single belum berkeluarga takut dibilang sok tahu.. tapi yah.. mudah2an ada manfaatnya! Kalo ga ada pun yah anggap aja saya lagi ngedongeng mimpi saya kedepan.
Selamat hari senin. Selamat menghadapi hari pertama di bulan Agustus. Selamat bekerja keras untuk mimpi-mimpi keluarga termasuk mimpi keliling dunia bersama keluarga
Pic : Spanish family traveling around the world. I hosted them 2 weeks a go. You might follow their page "Let's go familia" and get ready to be inspired!

Sharing Tentang Perjalanan Turki

Hanya skdr berbagi info utk yg akan ke Turki dlm wkt dekat.
Tgl 2 kmrn sy br selesaikan trip sy keliling Turki. Tgl 4 sampai Indonesia.
Sy brgkt tgl 21 Juli via Penang Malaysia. Jd ada sktr 2 minggu sy ada di Turki. Kesimpulan sy mengenai kondisi Turki adalah msh sg aman bg traveler. Spt tdk terjadi apa2. Namun demikian sy jg tetap waspada, jaga2 dg keadaan yg tdk dikehendaki. Sampai dgn selesainya trip sy ini Turki msh dlm kondisi yg sgt baik. Tp memang sgt terasa bhw industri pariwisata Turki saat ini sdg jatuh2nya. Diberbagai tempat wisata selalu didominasi warga lokal. Sy jarang bgt dgr org bercakap2 dgn bahasa selain turki. Ada bbrp traveler dr china taiwan dan korea tp itupun jarang bgt. Sy sekalian mau ngucapin terima kasih pd rekan2 di grup ini krn berkat grup ini sy bs dpt berbagai info bermanfaat dan yg ptg sy jg dpt tiket murah ke Turki kmrn
Trm kasih jg utk mba Laila (kalau orgnya ada disini, org Aceh), sy ktm dgnnya di otogar göreme dan dia menolong sy mencarikan tiket ke denizli.
Salam

Minggu, 24 Juli 2016

SHARING TIPS TRIP KE SCOTLAND - ENGLAND DAN TURKEY

Trip to Scotland - England & Turkey
Part 3 (((Trip Turkey)))
Lanjut dari cerita gw yang sebelum nya, setelah gw beres dari trip Scotland & England, gw langsung lanjut trip ke turki, gw posting lagi rute pejalanan gw yang sebelum nya.
Berangkat 6 Juni : KUALA LUMPUR – (transit 4 jam ISTANBUL) – LONDON (12 Hari)
Pulang 18 Juni : LONDON - ISTANBUL (10 Hari)
Pulang 28 Juni : ISTANBUL - : KUALA LUMPUR
Untuk tiket penerbangan ini, gw kena : 579 USD ( 7,6 jt an) by Turkisairlines
Tanggal 18 juni , sekitar jam 2 siang , gw take off dari Heathrow airport (London) , menuju Istanbul Turki (SAW) Sabiha Gokcen International Airport, sampai sekitar jam 6 sore.
Sebelum nya kita udah beli tiket penerbangan domestk di turki , dengan rute seperti ini
18 juni : Istanbul – Izmir (berangkat jam 11 malem dari istanbul)
24 Juni : Cappadocia – Istanbul (berangkat jam 2 siang dari cappadocia)
`menurut gw c harga tiket untuk 2 penerbangan ini murah nya banget…banget…. cuman 750rb doank, include bagasi 15kg, cabbin 7kg, klo bagasi kita lebih dari 15kg, kena charge 25rb/kg nya, masih tetep murah kan (by TurkisAirlines, sekelas lah sama Garuda)
Penerbangan dari Istanbul ke Izmir itu sekitar 1 jam, kita berangkat jam 11 malem dari Istanbul, sampe di IZMIR jam 12 malem, karena udah kemaleman, akhirnya kita ngineplah di Hotel bandara Izmir, per hari kena 750rb
Chapter 1 (Akomodasi di Turki)
Trip kita yang sebelum nya di UK bener2 ter-ORGANIZE banget, dari masah booking penginapan, booking mobil, booking tiket masuk ke setiap objek wisata, kita selalu booking tiket di jauh-jauh hari H nya, mana yang bisa di booking secara online, kita akan booking secara online, karena kita ingin menghindari antrian saat pembelian tiket tsb , karena hal itu sangat menghabiskan waktu sekali,, klo bisa beli online kenapa harus cape-cape antri….?
Tapi untuk trip di turki, kita mau coba sesuatu yang baru, karena gw punya prinsip “Traveling itu akan selalu memberikan pengalaman & pembelajaran baru tentang kehidupan….so….lets do something new guys.
JADI selama 6 hari kedepan…. Kita belum tau mau nginep di kota mana, & di hotel apa….yang jelas tanggal 24 juni, kita harus udah sampai di Cappadocia, jarak nya itu sekitar 750 KM dari IZMIR (seperti dari Jakarta ke Malang) so…untuk 6 hari ke depan kita bener-benee go show!!!
Untuk Masalah Transpotasi selama 6 hari kedepan, kita sudah booking terlebih dahulu di situs Rentalcars.Com
Kita ambil mobil di bandara Izmir, trs balikin nya di Cappadocia, untuk biaya sewa + Full Cover asuransi sekitar 5,3 jt (Mobil Nissan March by Enterprice) , jadi kita hanya go show untuk masalah di penginapan saja, jika kita sudah terlalu lelah dalam perjalanan, maka kita akan cari penginapan di booking.com , mana saja hotel yang kamar nya masih tersedia dan tentu nya yang harga nya sesuai dengan budget, kami membudgetkan maksimal 500rb/malam untuk hotel , jika sudah menemukan hotel yg pas, kita minta penunjuk GPS di HP untuk menunjukan ke arah jalan hotel tersebut, ….mudah bukan?
Kami check-in di hotel itu selalu diatas jam 8 malam, karena itu kami selalu meminta discount khusus kpd pihak manajeman, dengan cara “apakah kita bisa mendapatkan discount harga, karena sangat2 late check in & apakah harga nya bisa di bawah harga booking,com/ Agoda , jika bisa saya akan pesan dan bayar langsung tanpa via booking.com /Agoda

Note : Walaupun mobil di turki setir ada di kiri, tetapi SIM Indonesia (SIM A) tetap belaku, jadi tidak perlu sim internasional
Chapter II (Izmir – Pamukale – Egidir –Antalya – Konya – Cappadocia)
Jam 10 pagi kita check out dari Hotel Bandara , terus langung ke counter penyewaan mobil (Enterprice) , untuk ambil mobil di area parkir yang sudah di tentukan
(Tanggal 19 Juni)
Trip Hari Pertama (Izmir – Selcuk – Pamukale)
- Virgin Mary House
- Ephesus
- Sirence Village
- Menginap di Pamukale
(Tanggal 20 Juni)
Trip Hari Kedua (Pamukale-Egidir-Antalya)
- White Travertin
- Pools Of Cleopatra
- Egidir
- Menginap di Antalya
(Tanggal 21 Juni)
Trip Hari Ketiga
- Sailling Trip di Antalya
- National Park Antalya
- Night City Tour Konya
- Menginap di Konya
(Tanggal 22 Juni)
Trip Hari Ke Empat
- Mevlana
- Old Town Konya
- Göreme Open-Air Museum
- Urgup
- Check in di Penginapan Cappadocia (Airbnb)
(Tanggal 23 Juni)
Trip Hari Lima
- Hot Baloon Air Cappadocia
- Underground Cities: Derinkuyu, Kaymakli
- Orthaisar
- Valleys: Love, Rose/Red Imagination, Pigeon
- Turkish Night
(Tanggal 24 Juni)
Trip Hari Enam
- Check Out Hotel di Cappadocia
- Kembalikan mobil rental di Urgup
- Ke Bandara Navsehir untuk terbang ke Istanbul
- Check In di istambul, di kawasan Taxim (AirbnB)
- Night City Tour Istanbul
Bersambung ke Part IV (Explore Istanbul in 4 days)

SHARING TIPSTENTANG ITALY LA SPEZIA

La Spezia? Dimana tuh? mungkin banyak yang ga tau kota kecil ini karena kalah tenar dibandingkan Roma, Milan, Venezia, tapi ternyata kota ini tak kalah cantiknya.
Kota La Spezia terletak persis di ujung Teluk La Spezia, Kota tua ini dikelilingi perbukitan dan menghadap langsung ke laut, sebuah kota dengan view yang indah, sangat cocok untuk bersantai dan lari dari rutinitas, ada taman dan kawasan pedestrian di tepi pelabuhan, juga terdapat jembatan mirabella yang menghubungkan kawasan pedestrian dengan kawasan hang out dimana kapal-kapal pribadi bersandar, disini terdapat banyak restaurant dan kafe, pengalaman baru bagi kami melihat bersandarnya kapal-kapal pribadi yang mewah dengan kamar dan kafe diatasnya, kapal-kapal tersebut disewakan untuk para pengunjung yang ingin berlayar ke Cinque Terre.
Kenapa kami bisa terdampar di kota ini? awalnya karena kami ingin berkunjung ke Cinque Terre, lima desa cantik yang sering dinobatkan sebagai desa terindah di dunia, desa-desa ini punya bangunan berwarna warni berlokasi persis di atas tebing dan menghadap ke laut Linguarian, namun ketika mau booking hotel harganya sudah overbudget, mungkin karena waktu kami berkunjung tepat dengan liburan summer di eropa (high season), iseng-iseng saya melihat penginapan terdekat dari Cinque terre, adanya di kota La Spezia, jadilah saya buka dulu google map, ternyata tidak terlalu jauh dari Cinque terre, naik kereta api hanya 10 menit saja dengan biaya 4 euro. Saya juga buka pencitraan di google earth ternyata kota ini lumayan besar dan rame pastinya lebih asik menginap disini dibandingkan di Cinque terre yang sepi, sudah terbayang saja banyak pilihan hotel dan tentu saja pilihan wisata kuliner yang beragam.
Bagaimana cara ke kota ini? Bandara yang terdekat adalah Bandara Pisa, dari Pisa kita harus melanjutkan perjalanan lagi selama 1 jam dengan pilihan naik bus (7euro) atau naik kereta api (11 euro).
Bagaimana cara ke Cinque Terre dari La Spezia? Setibanya di La Spezia jika teman-teman ingin berkunjung ke Cinque Terre, ada 2 pilihan menggunakan kapal ferry dengan biaya 32 euro PP atau menggunakan kereta api dengan biaya 8 euro PP, jika teman-teman hobby fotografi saya sarankan mencoba 2 moda transportasi tersebut karena hasil pemotretan yang di dapat dari lokasi pemotretan di tengah laut tentu saja akan berbeda dibandingkan dengan lokasi pemotretan di pinggir tebing Cinque Terre.
Sekian Sharingnya, HappyWeekend BDers\

SHARING TIPS TENTANG KOTA PRAHA

Halo member BD,
Sekedar info saja bagi kawan-kawan yang hendak ke Praha, ingin tanya-tanya tentang kota Praha atau mendapatkan kesulitan saat di Praha, bisa menghubungi Eyang Yon. Eyang Yon kuliah di Praha sebelum zaman Presiden Soeharto, berkeluarga di Praha juga, dan selalu membantu, baik mahasiswa maupun orang Indonesia yang hendak jalan-jalan/ sedang di Praha.
Tahun 2015, saya dan cucu eyang mengunjungi Praha, kami dijemput dari stasiun bis Praha hl.n. Autobusová St. Wilsonova lalu esoknya ditemani keliling kota Praha dalam satu hari, paket lengkap deh pokoknya. Eyang senang sekali kalau kedatangan tamu dan bisa membantu orang Indonesia. Mau ke mana saja juga tinggal tanya Eyang Yon karena eyang sudah puluhan tahun tinggal di Ceko.
Kami berdua tidak minta diantar oleh eyang. Waktu itu iten kami sempat acak-adul karena banyak tempat di Praha yang ingin dikunjungi dalam waktu satu hari lebih beberapa jam, diperbaiki sama eyang itennya, diberitahu mana yang sebaiknya dikunjungi mana yang tidak, dikasih tahu juga kenapa alasannya.
Waktu itu eyang menolak keras untuk dibayar karena eyang hanya menemani kami keliling Praha dan sekaligus sebagai pihak yang memberi masukan tempat mana-mana saja yang sebaiknya dikunjungi. Bagi yang ingin mengetahui apakah jasa Eyang Yon ada biayanya atau tidak, silakan bertanya sendiri kepada eyang karena saya pribadi tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut.
Saya dikasih kartu nama ini oleh eyang, sekaligus dititipkan pesan untuk sekalian disebar buat calon-calon pelancong kota Praha. Nomor mobil yang ada di kartu nama itu nomor whatsapp eyang 
P.S. Sebelum nama eyang ada embel-embel Mgr., karena di zaman eyang kuliah di Eropa, program kuliah strata satu berlangsung selama lima tahun, titelnya tidak bisa disamakan dengan titel AS yang serba Bachelor atau Master. Negara-negara di Eropa sebelum mengalami penyamarataan titel seperti sistem AS punya titel masing-masing untuk sarjana muda mereka. Di Ceko, disebutnya Mgr. atau Ing.
P.S.S. Kalau menurut Wiki, sampai saat ini, titelnya masih berlaku bagi program sandwich S1 dan S2.
**The Czech Republic and Slovakia are using two master's degree systems. Both award a title of Mgr. or Ing. to be used before the name. The older system requires a 5-year program. The new system takes only 2 years, but requires a previously completed 3-year bachelor program (a Bc. title). It is required to write a thesis (in both master and bachelor program) and also to pass final exams. It is mostly the case that the final exams cover the main study areas of the whole study program, i.e. a student is required to prove his/her knowledge in many subjects he attended during the 2 resp. 3 years. (Wikipedia)
P.S.S.S. Saya tidak punya alamat email eyang, cuma punya nomor whatsapp eyang dan fb eyang saja 
Semoga informasi-informasi berikut bisa membantu member BD yang hendak ke/ sedang di Praha ya    ‪#‎BDInfo‬ ‪#‎BDEropa‬ ‪#‎BDPraha‬

BACKPACKER NEW ZEALAND

Salam BD,
Pengen sharing ni, tp bingung bikin subjectnya. Jadi ceritanya, bulan Februari lalu, saya ke NZ lewat DPS, transit Melbourne trus Christchurch. Saya gak beli tiket pulang, jadi cuma beli tiket one way, ternyata saya di tolak berangkat kalau tidak ada tiket keluar dari NZ. Jadi akhirnya saya beli tiket keluar dr NZ which is ke Australia ( tanggalnya sembarang ). Berangkatlah saya ke New Zealand. Dan akhirnya baru beli tiket NZ-CGK transit Sydney setelah saya di NZ. Tiket sembarangnya tidak terpakai.
Kepergian kali ini, saya beli tiket one way AA, CGK-DPS-MELB one way,
jet star MELB-CHC pp,
AA, MELB-KUL-CGK one way.
Nah pas saya check in jetstar di Melb, ternyata di sistemnya, terdapat info kalau saya tidak punya tiket balik ke Indonesia, jadi petugas check in butuh lihat tiket balik saya ke indonesia. Untungnya saya punya. Terus karena saya transit di Australia, jadi saya keluar dong ke citynya, ga mau rugi, tapi di layar check in Jetstar di melbourne, katanya saya ga eligible buat keluar dr airport, untungnya saya kali ini print visa transit saya. Singkat kata, semua aman sih, cuma deg2an aja ketahan gara2 hal ini. Dan saya baru inget, pas check in di JKT juga, saya sempat ditanyakan visa transit saya. Di Imigrasi malah aman2 aja.
Ada org diantrian samping saya gak bisa brangkat karena tidak punya tiket balik dr Australia ke negaranya. Denger2 sih orgnya mau lanjut backpacking ke negara lain, dan beli tiketnya nanti sembari di jalan. Sama petugas check in nya tidak diperbolehkan brngkt kalau ga ada tiket yg jelas.
Oiya, dr kmrn smpt baca2 soal bawa barang apa aja yg bole atau tidak, kalau dr pengalaman teman2, banyak banget yg berbeda2, intinya si declare aja, biar gak kena denda.. Untung2an dapat petugasnya.. Temen saya brngkt Mei kemarin, rendang package komersialnya di buang, trus ada temen yg baru pulang dr NZ awal bulan Juli, madu yg dibeli di NZ, 6 botol, lewat aja tuh di imigrasi Australia. Malah kata petugasnya tidak usah declare.