Traveling around the world as a family? Is it possible?
"Saya udah merit mbak, jadi ga bisa kaya mbak keliling dunia"
"Duuh saya iri bangggeeet, saya pengen banget kaya kamu tapi saya udah jadi ibu dari 2 anak"
"Kita punya mimpi yang sama, kamu berhasil mewujudkannya dan saya saya mengubur mimpi saya saat saya memutuskan untuk menikah" Dsb dst..
Saya nerima banyak msg dengan aroma seperti itu, mereka mengubur impian untuk traveling around the world karena mereka sudah berkeluarga.
Karena saya belum berkeluarga jadi saya ga bisa berkomentar banyak, tapiii ijinkan saya membagi sedikit pandangan yang ada di kepala saya sebagai seorang traveler abal-abal :D
Saat saya traveling saya ketemu banyak pasutri yang lagi round the world dan yang bikin saya kaget saya juga bertemu beberapa keluarga lengkap (ayah ibu dan anak) yang sedang long term traveling. Mereka berencana jalan 6 bulan, 8 bulan, 1 tahun. Ada yang udah jalan 2 bulan ada yang masuk 4 bulan. Anaknya ada yang masih umur 4 tahun ada yang umur 6 tahun ada yang masih 2 tahun. Ada yang single parent ada yang keluarga lengkap.
I was amazed by their decision to travel the world as a family apalagi kalo mereka punya anak kecil.. they inspired me! Definitely will do this later.. once i have family.. amiiinnnn..
Saya banyak ngobrol dengan mereka, apa yang mendasari mereka gimana persiapan mereka dan apa yang mereka alami. Mereka menjelaskan ke saya kalo semua itu berasal dari mimpi dan kecintaan mereka terhadap traveling, kalo traveling mengajarkan mereka banyak hal dan mereka ingin anak-anak mereka juga belajar saat traveling.
Saat pulang ke indonesia terkadang saya memberikan pendapat saya kalo ada yang bertanya atau terjebak di diskusi ini dan sekarang saya me coba mengemukakan apa yang ada di pikiran saya soal ini.
> we are indonesian and not bule!
Ini kalimat yang sering saya dengar saat saya memberikan contoh keluarga2 bule yg traveling around the world
Emang yang bisa traveling bareng keluarga itu cuman bule aja? Indonesian or bule sama aja. Mata kita dua, tangan kita dua, kaki dua. Darah daging tulang.. apa bedanya? Kalau mereka bisa kenapa kita enggak?
We just need to open mind! Be open minded person. Semua orang berhak untuk keliling dunia. Indonesian or bule.. as a single or married couple or family with kid.
Well tentu saja sebagai orang Indonesia ada beberapa disadvantages dibanding bule-bule tapi dengan kerja keras dan doa saya percaya Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita, jadi kenapa enggak?
> only me wanted to travel the world.
Pasangan ga ada desire untuk keliling dunia? Work on it. Poto dibawah itu keluarga yang sedang keliling dunia mereka mampir ke tempat saya. Yang punya ide adalah istrinya, suaminya mikir dia orang gila.. but in the end she got him! Ceweknya ngasi tau kalo meyakinkan suaminya itu ga gampang tapi pada akhirnya mereka setuju.
Tell your partner your dream! Your beautiful dream to travel the world. Convince your partner, if you really want it you will get it. As i told you.. berusaha dan berdoa melewati semua halangan.. Tuhan tidak tidur dan maha pendengar. Jika kamu menginginkannya dan berusaha sekuat tenaga.. you will get it.
>It's not easy for family to travel the world or is it easy?
Pertama dari segi biaya, membutuhkan biaya yang besar. Ortu mungkin bisa atau terbiasa traveling tanpa kenyamanan tapi saat membawa anak kenyamanan dan keamanan mereka itu jadi nomor satu dan kenyamanan itu perlu dibayar. Jadi mereka mempersiapakan dana yang besar untuk itu. Tapi mereka juga bilang kalo punya uang ya kenapa ga dipergunakan untuk traveling? Uang di bank tidak akan memberikan apa-apa selain uang lagi, tapi uang yang dihabiskan untuk traveling itu dipastikan well spent.
Bekerja keras trus menabung, terakhir membereskan rumah-rumah, untuk disewakan sehingga mereka mendapatkan pendapatan dari sewa rumah.
Trus karena bareng anak-anak tentu harus mempertimbangkan perasaan anak, mereka akan berpisah dengan teman-teman mereka, mempertimbangkan bagaimana sekolah atau edukasi mereka. Ada banyak pertimbangan yang menyangkut anak harus diambil jalan keluarnya. Tapi begitu semua settled, pengalaman yang didapat sepadan dengan semua kepusingan diawal.
Jadi gampang atau tidak gampang itu tergantung, seberani apakah sebuah keluarga untuk berkelana mengelilingi dunia.
>Anak akan ketinggalan pelajaran.. nope! Salah besar.. yang bener anak tidak pernah ketinggalan pelajaran saat keliling dunia.
Salah satu masalah besar saat keluarga memutuskan untuk RTW adalah children's education. Sekolahnya gimana, pelajarannya gimana, ini gimana itu gimana.
Sekeren apapun sekolah saya berpikir tidak ada yang bisa menyaingi Real World as the best teacher. Guru terbaik itu bukan mereka yang berdiri di depan kelas menerangkan tentang mata pelajaran, tapi guru terbaik adalah kehidupan nyata yang akan mereka alami saat traveling.
Pelajaran itu tidak hanya didapat saat anak belajar di sekolah tapi justru pelajaran terbaik itu bisa didapat saat mereka belajar langsung dari dunia, ilmu itu tidak hanya didapatkan saat anak membaca dari buku pelajaran tapi justru ilmu terbaik itu didapat saat anak melihat dan merasakan langsung serta menjadi bagian dari dunia.
Instead of we send our children to the class room to learn how to face the world why don't we let the world teach them, Let us consider how great it will be to have the world as their teacher, their best teacher
Jadi pemikiran anak akan ketinggalan pelajaran saat berkeliling dunia itu salah, mereka mungkin ketinggalan pelajaran based on text book tapi mereka akan belajar banyak hal based on real world, mereka akan ketemu banyak orang keren yang menceritakan banyak kisah luar biasa tentang dunia, they will learn new language from native people, mereka akan bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda. Mereka akan melihat berbagai macam kebudayaan, mereka akan melihat manusia-manusia berbeda di belahan dunia lain, warna kulit, warna rambut, warna mata yang berbeda. Mereka akan mencoba berbagai makanan yang berbeda dari yang biasa mereka makan. Mari kita berikan mereka kebebasan untuk merekam sebanyak mungkin perbedaan sehingga mereka akan belajar banyak dari perbedaan-perbedaan yang mereka temui.
Ada banyak ilmu yang bisa mereka dapatkan. Bukannya akan ketinggalan pelajaran tapi mereka akan berada jauh di depan teman-temannya yang lain. Meninggalkan bangku sekolah selama 1 tahun untuk traveling around the world bukan berarti kemunduran tetapi justru sebuah loncatan.
Itu buruk-buruknya kalo anak harus tinggal kelas, tapi kita bisa berdiskusi dengan guru dan pihak sekolah apa ada kemungkinan home schooling atau belajar online. Saat pulang bisa ikut ujian persamaan dan jika lolos mereka bisa melanjutkan sekolah tanpa harus tinggal kelas.
Let's give them a year full of amazing experiences with hope they will grow up dengan pemikiran seorang traveler. Yang mempunyai pikiran yang terbuka, selalu penasaran dan menjadi seorang pekerja keras demi mimpi-mimpi mereka. Siapa yang tidak mau punya anak seperti itu?
>kids playroom is not room full of toys.
Yes ruang main anak-anak bukanlah ruangan penuh mainan atau gadget.
kids playroom is mountains, lakes, beaches, desert. Mari kita ajak akan-anak berlari di alam terbuka, melihat keindahan danau-danau di finlandia, melihat keindahan bintang-bintang di Sahara, berenang di laut kaspian. Nature would love to have your kids as their bestfriend.
> anak akan punya teman from around the world.
Dengan pembawaan yang natural anak bisa berteman dengan gampang, mereka akan berteman dengan anak2 from all around the world. Saya membayangkan orang tua yang tersenyum bahagia melihat anaknya bermain dengan teman barunya somewhere in Africa. They are soo different but they laugh together and they play even with language barrier. Tentu ada perasaan luar biasa yang dirasakan orang tua.
>there is gonna be tons of life lesson for parent.
Untuk orang tua tentu banyak pelajaran saat traveling sekeluarga, lebih sabar, lebih fokus, bisa lebih jago mengontrol rasa egois dan akan banyak belajar sesuatu yang biasanya terlewatkan saat jalan sendirian. Why? Because kids always curious! Mereka punya cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. They will ask you tons of questions. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang terlewatkan oleh kita sebagai orang dewasa, pertanyaan yang tidak terpikirkan oleh kita, kenapa begini kenapa begitu. Orang tua harus bisa menjawab dan menjelaskan saat orang tua tidak tahu jawabannya maka tugas mereka untuk mencari tahu dan saat mencari tahu bukankah pengetahuan orang tua juga bertambah?
>for the parent living in your dreams with your children is truly rewarding.
It is full of adventures, full of life-family experiences, full of unforgettable memories.. for both parent and children.
Never say that it would never works. Kita ga akan tahu sampe kita mencoba sendiri and believe me.. alot of families have done it, and most of them they never regret their decision to travel the world as a family.
Your dreams to travel the world doesn't end when you signed "Buku Nikah" or when you decided to build a family or when you become a wife/a husband or when children enter the family card. If you are willing to work hard for your dream saya percaya akan ada jalannya. For me with all disadvantages as Indonesian traveler, i will keep work hard for this dream. Walaupun keluarganya belum ada. Mimpi aja dulu..
Tapi tentu saja, jangan terbuai dengan serunya petualangan yang akan didapat. Pikirkan matang-matang. RTW bareng keluarga itu jauh berbeda dengan saat sendiri, pertimbangan masak-masak, siapkan segalanya termasuk finansial. Lakukan hanya kalau sudah siap semua. Tapi itu adalah hal yang sangat mungkin untuk dilakukan.
Soo this is it.. Akhirnya saya bisa mengemukakan pendapat saya setelah berpikir haruskah saya mengemukakan pendapat saya? Secara saya masih single belum berkeluarga takut dibilang sok tahu.. tapi yah.. mudah2an ada manfaatnya! Kalo ga ada pun yah anggap aja saya lagi ngedongeng mimpi saya kedepan.
Selamat hari senin. Selamat menghadapi hari pertama di bulan Agustus. Selamat bekerja keras untuk mimpi-mimpi keluarga termasuk mimpi keliling dunia bersama keluarga
Pic : Spanish family traveling around the world. I hosted them 2 weeks a go. You might follow their page "Let's go familia" and get ready to be inspired!