Kamis, 08 September 2016

Roadtrip South Tyrol

#BDitalia #BDaustria #BDtirol #BDsouthtyrol
Roadtrip South Tyrol
Liburan ke South Tyrol ini sebenarnya melenceng dari rencana semula, karena tadinya saya udah buking hotel di La Spezia, buat mengunjungi Cinque Terre. Gugel sana sini dan nontonin travelvlog orang2 di youtube, akhirnya rute liburan bergeser 300 km ke arah utara: South Tyrol, khususnya daerah pegunungan Dolomiti di Italia.
Uniknya daerah South Tyrol ini, secara teori letaknya di Italia, tapi sebagian besar penduduknya berbahasa Jerman dan semua nama tempat pun ditulis dalam 2 bahasa (Jerman dan Italia), bahkan di beberapa tempat 3 (bahasa asli penduduk sana, Ladin).
Saya berangkat dari Belanda pakai mobil, jaraknya sekitar 1000 km. Cara lebih gampangnya adalah naik kapal terbang sampai Innsbruck, lalu dilanjutkan jalan darat. Atau dari Venezia, dengan bus atau kereta api, jaraknya cuma 200 km.
Asiknya pakai mobil adalah bisa memilih jalan yang pemandangannya bagus-bagus, cuma resikonya adalah perjalanan jadi lebih panjang karena sengaja keluar dari jalan tol biar bisa melewati jalan gunung yang berliku-liku (mountainpass).
Tujuan utama ke sini adalah mau liat gunung Tre Cime di Lavaredo (Drei Zinnen) yang katanya paling banyak dikunjungi dari rangkaian pegunungan Dolomiti. Ada rute jalan kaki yang bisa diikuti, jaraknya sekitar 10 km. Di beberapa tempat ada rifugio atau mountain shelter yang bisa dipakai untuk istirahat, makan minum, bahkan menginap.
Rute yang saya pilih adalah rute 101 lalu disambung dengan 105. Ada 4 rifugio di rute ini. Awalnya sih oke dan datar, lewat rifugio kedua baru baik turun, dan setelah rifugio ketiga, alamak betis rasanya mau copot. Tapi terbayar lah semua melihat pemandangan dengan faktor wow yang tinggi.
Tempat lainnya yang asik untuk dikunjungi adalah Lago di Braies, danau gunung dengan warna hijau tosca. Ada juga rute jalan keliling danau, ada naik turunnya tapi sedikit koq. Jaraknya cuma 3.5 km.
Saya menginap di Dobbiaco/Toblach yang letaknya di lembah Pusteria. Pemandangannya asik walau kotanya kecil. Waktu mau pulang sedih juga, tempat ini ngangenin. Terutama yg suka jalan di gunung, ada banyak rute asik di sekitar situ. Website ini sangat membantu waktu saya bikin itinerary www.three-peaks.info
Ada beberapa video, tapi berhubung lama banget uploadnya, satu aja deh
https://youtu.be/S5NFmYl3jOc

Kamis, 04 Agustus 2016

AROUNT THE WORLD WITH FAMILY? It's Posible

Traveling around the world as a family? Is it possible?
"Saya udah merit mbak, jadi ga bisa kaya mbak keliling dunia"
"Duuh saya iri bangggeeet, saya pengen banget kaya kamu tapi saya udah jadi ibu dari 2 anak"
"Kita punya mimpi yang sama, kamu berhasil mewujudkannya dan saya saya mengubur mimpi saya saat saya memutuskan untuk menikah" Dsb dst..
Saya nerima banyak msg dengan aroma seperti itu, mereka mengubur impian untuk traveling around the world karena mereka sudah berkeluarga.
Karena saya belum berkeluarga jadi saya ga bisa berkomentar banyak, tapiii ijinkan saya membagi sedikit pandangan yang ada di kepala saya sebagai seorang traveler abal-abal 
Saat saya traveling saya ketemu banyak pasutri yang lagi round the world dan yang bikin saya kaget saya juga bertemu beberapa keluarga lengkap (ayah ibu dan anak) yang sedang long term traveling. Mereka berencana jalan 6 bulan, 8 bulan, 1 tahun. Ada yang udah jalan 2 bulan ada yang masuk 4 bulan. Anaknya ada yang masih umur 4 tahun ada yang umur 6 tahun ada yang masih 2 tahun. Ada yang single parent ada yang keluarga lengkap.
I was amazed by their decision to travel the world as a family apalagi kalo mereka punya anak kecil.. they inspired me! Definitely will do this later.. once i have family.. amiiinnnn..
Saya banyak ngobrol dengan mereka, apa yang mendasari mereka gimana persiapan mereka dan apa yang mereka alami. Mereka menjelaskan ke saya kalo semua itu berasal dari mimpi dan kecintaan mereka terhadap traveling, kalo traveling mengajarkan mereka banyak hal dan mereka ingin anak-anak mereka juga belajar saat traveling.
Saat pulang ke indonesia terkadang saya memberikan pendapat saya kalo ada yang bertanya atau terjebak di diskusi ini dan sekarang saya me coba mengemukakan apa yang ada di pikiran saya soal ini.
> we are indonesian and not bule!
Ini kalimat yang sering saya dengar saat saya memberikan contoh keluarga2 bule yg traveling around the world
Emang yang bisa traveling bareng keluarga itu cuman bule aja? Indonesian or bule sama aja. Mata kita dua, tangan kita dua, kaki dua. Darah daging tulang.. apa bedanya? Kalau mereka bisa kenapa kita enggak?
We just need to open mind! Be open minded person. Semua orang berhak untuk keliling dunia. Indonesian or bule.. as a single or married couple or family with kid.
Well tentu saja sebagai orang Indonesia ada beberapa disadvantages dibanding bule-bule tapi dengan kerja keras dan doa saya percaya Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita, jadi kenapa enggak?
> only me wanted to travel the world.
Pasangan ga ada desire untuk keliling dunia? Work on it. Poto dibawah itu keluarga yang sedang keliling dunia mereka mampir ke tempat saya. Yang punya ide adalah istrinya, suaminya mikir dia orang gila.. but in the end she got him! Ceweknya ngasi tau kalo meyakinkan suaminya itu ga gampang tapi pada akhirnya mereka setuju.
Tell your partner your dream! Your beautiful dream to travel the world. Convince your partner, if you really want it you will get it. As i told you.. berusaha dan berdoa melewati semua halangan.. Tuhan tidak tidur dan maha pendengar. Jika kamu menginginkannya dan berusaha sekuat tenaga.. you will get it.
>It's not easy for family to travel the world or is it easy?
Pertama dari segi biaya, membutuhkan biaya yang besar. Ortu mungkin bisa atau terbiasa traveling tanpa kenyamanan tapi saat membawa anak kenyamanan dan keamanan mereka itu jadi nomor satu dan kenyamanan itu perlu dibayar. Jadi mereka mempersiapakan dana yang besar untuk itu. Tapi mereka juga bilang kalo punya uang ya kenapa ga dipergunakan untuk traveling? Uang di bank tidak akan memberikan apa-apa selain uang lagi, tapi uang yang dihabiskan untuk traveling itu dipastikan well spent.
Bekerja keras trus menabung, terakhir membereskan rumah-rumah, untuk disewakan sehingga mereka mendapatkan pendapatan dari sewa rumah.
Trus karena bareng anak-anak tentu harus mempertimbangkan perasaan anak, mereka akan berpisah dengan teman-teman mereka, mempertimbangkan bagaimana sekolah atau edukasi mereka. Ada banyak pertimbangan yang menyangkut anak harus diambil jalan keluarnya. Tapi begitu semua settled, pengalaman yang didapat sepadan dengan semua kepusingan diawal.
Jadi gampang atau tidak gampang itu tergantung, seberani apakah sebuah keluarga untuk berkelana mengelilingi dunia.
>Anak akan ketinggalan pelajaran.. nope! Salah besar.. yang bener anak tidak pernah ketinggalan pelajaran saat keliling dunia.
Salah satu masalah besar saat keluarga memutuskan untuk RTW adalah children's education. Sekolahnya gimana, pelajarannya gimana, ini gimana itu gimana.
Sekeren apapun sekolah saya berpikir tidak ada yang bisa menyaingi Real World as the best teacher. Guru terbaik itu bukan mereka yang berdiri di depan kelas menerangkan tentang mata pelajaran, tapi guru terbaik adalah kehidupan nyata yang akan mereka alami saat traveling.
Pelajaran itu tidak hanya didapat saat anak belajar di sekolah tapi justru pelajaran terbaik itu bisa didapat saat mereka belajar langsung dari dunia, ilmu itu tidak hanya didapatkan saat anak membaca dari buku pelajaran tapi justru ilmu terbaik itu didapat saat anak melihat dan merasakan langsung serta menjadi bagian dari dunia.
Instead of we send our children to the class room to learn how to face the world why don't we let the world teach them, Let us consider how great it will be to have the world as their teacher, their best teacher
Jadi pemikiran anak akan ketinggalan pelajaran saat berkeliling dunia itu salah, mereka mungkin ketinggalan pelajaran based on text book tapi mereka akan belajar banyak hal based on real world, mereka akan ketemu banyak orang keren yang menceritakan banyak kisah luar biasa tentang dunia, they will learn new language from native people, mereka akan bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda. Mereka akan melihat berbagai macam kebudayaan, mereka akan melihat manusia-manusia berbeda di belahan dunia lain, warna kulit, warna rambut, warna mata yang berbeda. Mereka akan mencoba berbagai makanan yang berbeda dari yang biasa mereka makan. Mari kita berikan mereka kebebasan untuk merekam sebanyak mungkin perbedaan sehingga mereka akan belajar banyak dari perbedaan-perbedaan yang mereka temui.
Ada banyak ilmu yang bisa mereka dapatkan. Bukannya akan ketinggalan pelajaran tapi mereka akan berada jauh di depan teman-temannya yang lain. Meninggalkan bangku sekolah selama 1 tahun untuk traveling around the world bukan berarti kemunduran tetapi justru sebuah loncatan.
Itu buruk-buruknya kalo anak harus tinggal kelas, tapi kita bisa berdiskusi dengan guru dan pihak sekolah apa ada kemungkinan home schooling atau belajar online. Saat pulang bisa ikut ujian persamaan dan jika lolos mereka bisa melanjutkan sekolah tanpa harus tinggal kelas.
Let's give them a year full of amazing experiences with hope they will grow up dengan pemikiran seorang traveler. Yang mempunyai pikiran yang terbuka, selalu penasaran dan menjadi seorang pekerja keras demi mimpi-mimpi mereka. Siapa yang tidak mau punya anak seperti itu?
>kids playroom is not room full of toys.
Yes ruang main anak-anak bukanlah ruangan penuh mainan atau gadget.
kids playroom is mountains, lakes, beaches, desert. Mari kita ajak akan-anak berlari di alam terbuka, melihat keindahan danau-danau di finlandia, melihat keindahan bintang-bintang di Sahara, berenang di laut kaspian. Nature would love to have your kids as their bestfriend.
> anak akan punya teman from around the world.
Dengan pembawaan yang natural anak bisa berteman dengan gampang, mereka akan berteman dengan anak2 from all around the world. Saya membayangkan orang tua yang tersenyum bahagia melihat anaknya bermain dengan teman barunya somewhere in Africa. They are soo different but they laugh together and they play even with language barrier. Tentu ada perasaan luar biasa yang dirasakan orang tua.
>there is gonna be tons of life lesson for parent.
Untuk orang tua tentu banyak pelajaran saat traveling sekeluarga, lebih sabar, lebih fokus, bisa lebih jago mengontrol rasa egois dan akan banyak belajar sesuatu yang biasanya terlewatkan saat jalan sendirian. Why? Because kids always curious! Mereka punya cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. They will ask you tons of questions. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang terlewatkan oleh kita sebagai orang dewasa, pertanyaan yang tidak terpikirkan oleh kita, kenapa begini kenapa begitu. Orang tua harus bisa menjawab dan menjelaskan saat orang tua tidak tahu jawabannya maka tugas mereka untuk mencari tahu dan saat mencari tahu bukankah pengetahuan orang tua juga bertambah?
>for the parent living in your dreams with your children is truly rewarding.
It is full of adventures, full of life-family experiences, full of unforgettable memories.. for both parent and children.
Never say that it would never works. Kita ga akan tahu sampe kita mencoba sendiri and believe me.. alot of families have done it, and most of them they never regret their decision to travel the world as a family.
Your dreams to travel the world doesn't end when you signed "Buku Nikah" or when you decided to build a family or when you become a wife/a husband or when children enter the family card. If you are willing to work hard for your dream saya percaya akan ada jalannya. For me with all disadvantages as Indonesian traveler, i will keep work hard for this dream. Walaupun keluarganya belum ada. Mimpi aja dulu..
Tapi tentu saja, jangan terbuai dengan serunya petualangan yang akan didapat. Pikirkan matang-matang. RTW bareng keluarga itu jauh berbeda dengan saat sendiri, pertimbangan masak-masak, siapkan segalanya termasuk finansial. Lakukan hanya kalau sudah siap semua. Tapi itu adalah hal yang sangat mungkin untuk dilakukan.
Soo this is it.. Akhirnya saya bisa mengemukakan pendapat saya setelah berpikir haruskah saya mengemukakan pendapat saya? Secara saya masih single belum berkeluarga takut dibilang sok tahu.. tapi yah.. mudah2an ada manfaatnya! Kalo ga ada pun yah anggap aja saya lagi ngedongeng mimpi saya kedepan.
Selamat hari senin. Selamat menghadapi hari pertama di bulan Agustus. Selamat bekerja keras untuk mimpi-mimpi keluarga termasuk mimpi keliling dunia bersama keluarga
Pic : Spanish family traveling around the world. I hosted them 2 weeks a go. You might follow their page "Let's go familia" and get ready to be inspired!

Sharing Tentang Perjalanan Turki

Hanya skdr berbagi info utk yg akan ke Turki dlm wkt dekat.
Tgl 2 kmrn sy br selesaikan trip sy keliling Turki. Tgl 4 sampai Indonesia.
Sy brgkt tgl 21 Juli via Penang Malaysia. Jd ada sktr 2 minggu sy ada di Turki. Kesimpulan sy mengenai kondisi Turki adalah msh sg aman bg traveler. Spt tdk terjadi apa2. Namun demikian sy jg tetap waspada, jaga2 dg keadaan yg tdk dikehendaki. Sampai dgn selesainya trip sy ini Turki msh dlm kondisi yg sgt baik. Tp memang sgt terasa bhw industri pariwisata Turki saat ini sdg jatuh2nya. Diberbagai tempat wisata selalu didominasi warga lokal. Sy jarang bgt dgr org bercakap2 dgn bahasa selain turki. Ada bbrp traveler dr china taiwan dan korea tp itupun jarang bgt. Sy sekalian mau ngucapin terima kasih pd rekan2 di grup ini krn berkat grup ini sy bs dpt berbagai info bermanfaat dan yg ptg sy jg dpt tiket murah ke Turki kmrn
Trm kasih jg utk mba Laila (kalau orgnya ada disini, org Aceh), sy ktm dgnnya di otogar göreme dan dia menolong sy mencarikan tiket ke denizli.
Salam

Minggu, 24 Juli 2016

SHARING TIPS TRIP KE SCOTLAND - ENGLAND DAN TURKEY

Trip to Scotland - England & Turkey
Part 3 (((Trip Turkey)))
Lanjut dari cerita gw yang sebelum nya, setelah gw beres dari trip Scotland & England, gw langsung lanjut trip ke turki, gw posting lagi rute pejalanan gw yang sebelum nya.
Berangkat 6 Juni : KUALA LUMPUR – (transit 4 jam ISTANBUL) – LONDON (12 Hari)
Pulang 18 Juni : LONDON - ISTANBUL (10 Hari)
Pulang 28 Juni : ISTANBUL - : KUALA LUMPUR
Untuk tiket penerbangan ini, gw kena : 579 USD ( 7,6 jt an) by Turkisairlines
Tanggal 18 juni , sekitar jam 2 siang , gw take off dari Heathrow airport (London) , menuju Istanbul Turki (SAW) Sabiha Gokcen International Airport, sampai sekitar jam 6 sore.
Sebelum nya kita udah beli tiket penerbangan domestk di turki , dengan rute seperti ini
18 juni : Istanbul – Izmir (berangkat jam 11 malem dari istanbul)
24 Juni : Cappadocia – Istanbul (berangkat jam 2 siang dari cappadocia)
`menurut gw c harga tiket untuk 2 penerbangan ini murah nya banget…banget…. cuman 750rb doank, include bagasi 15kg, cabbin 7kg, klo bagasi kita lebih dari 15kg, kena charge 25rb/kg nya, masih tetep murah kan (by TurkisAirlines, sekelas lah sama Garuda)
Penerbangan dari Istanbul ke Izmir itu sekitar 1 jam, kita berangkat jam 11 malem dari Istanbul, sampe di IZMIR jam 12 malem, karena udah kemaleman, akhirnya kita ngineplah di Hotel bandara Izmir, per hari kena 750rb
Chapter 1 (Akomodasi di Turki)
Trip kita yang sebelum nya di UK bener2 ter-ORGANIZE banget, dari masah booking penginapan, booking mobil, booking tiket masuk ke setiap objek wisata, kita selalu booking tiket di jauh-jauh hari H nya, mana yang bisa di booking secara online, kita akan booking secara online, karena kita ingin menghindari antrian saat pembelian tiket tsb , karena hal itu sangat menghabiskan waktu sekali,, klo bisa beli online kenapa harus cape-cape antri….?
Tapi untuk trip di turki, kita mau coba sesuatu yang baru, karena gw punya prinsip “Traveling itu akan selalu memberikan pengalaman & pembelajaran baru tentang kehidupan….so….lets do something new guys.
JADI selama 6 hari kedepan…. Kita belum tau mau nginep di kota mana, & di hotel apa….yang jelas tanggal 24 juni, kita harus udah sampai di Cappadocia, jarak nya itu sekitar 750 KM dari IZMIR (seperti dari Jakarta ke Malang) so…untuk 6 hari ke depan kita bener-benee go show!!!
Untuk Masalah Transpotasi selama 6 hari kedepan, kita sudah booking terlebih dahulu di situs Rentalcars.Com
Kita ambil mobil di bandara Izmir, trs balikin nya di Cappadocia, untuk biaya sewa + Full Cover asuransi sekitar 5,3 jt (Mobil Nissan March by Enterprice) , jadi kita hanya go show untuk masalah di penginapan saja, jika kita sudah terlalu lelah dalam perjalanan, maka kita akan cari penginapan di booking.com , mana saja hotel yang kamar nya masih tersedia dan tentu nya yang harga nya sesuai dengan budget, kami membudgetkan maksimal 500rb/malam untuk hotel , jika sudah menemukan hotel yg pas, kita minta penunjuk GPS di HP untuk menunjukan ke arah jalan hotel tersebut, ….mudah bukan?
Kami check-in di hotel itu selalu diatas jam 8 malam, karena itu kami selalu meminta discount khusus kpd pihak manajeman, dengan cara “apakah kita bisa mendapatkan discount harga, karena sangat2 late check in & apakah harga nya bisa di bawah harga booking,com/ Agoda , jika bisa saya akan pesan dan bayar langsung tanpa via booking.com /Agoda

Note : Walaupun mobil di turki setir ada di kiri, tetapi SIM Indonesia (SIM A) tetap belaku, jadi tidak perlu sim internasional
Chapter II (Izmir – Pamukale – Egidir –Antalya – Konya – Cappadocia)
Jam 10 pagi kita check out dari Hotel Bandara , terus langung ke counter penyewaan mobil (Enterprice) , untuk ambil mobil di area parkir yang sudah di tentukan
(Tanggal 19 Juni)
Trip Hari Pertama (Izmir – Selcuk – Pamukale)
- Virgin Mary House
- Ephesus
- Sirence Village
- Menginap di Pamukale
(Tanggal 20 Juni)
Trip Hari Kedua (Pamukale-Egidir-Antalya)
- White Travertin
- Pools Of Cleopatra
- Egidir
- Menginap di Antalya
(Tanggal 21 Juni)
Trip Hari Ketiga
- Sailling Trip di Antalya
- National Park Antalya
- Night City Tour Konya
- Menginap di Konya
(Tanggal 22 Juni)
Trip Hari Ke Empat
- Mevlana
- Old Town Konya
- Göreme Open-Air Museum
- Urgup
- Check in di Penginapan Cappadocia (Airbnb)
(Tanggal 23 Juni)
Trip Hari Lima
- Hot Baloon Air Cappadocia
- Underground Cities: Derinkuyu, Kaymakli
- Orthaisar
- Valleys: Love, Rose/Red Imagination, Pigeon
- Turkish Night
(Tanggal 24 Juni)
Trip Hari Enam
- Check Out Hotel di Cappadocia
- Kembalikan mobil rental di Urgup
- Ke Bandara Navsehir untuk terbang ke Istanbul
- Check In di istambul, di kawasan Taxim (AirbnB)
- Night City Tour Istanbul
Bersambung ke Part IV (Explore Istanbul in 4 days)

SHARING TIPSTENTANG ITALY LA SPEZIA

La Spezia? Dimana tuh? mungkin banyak yang ga tau kota kecil ini karena kalah tenar dibandingkan Roma, Milan, Venezia, tapi ternyata kota ini tak kalah cantiknya.
Kota La Spezia terletak persis di ujung Teluk La Spezia, Kota tua ini dikelilingi perbukitan dan menghadap langsung ke laut, sebuah kota dengan view yang indah, sangat cocok untuk bersantai dan lari dari rutinitas, ada taman dan kawasan pedestrian di tepi pelabuhan, juga terdapat jembatan mirabella yang menghubungkan kawasan pedestrian dengan kawasan hang out dimana kapal-kapal pribadi bersandar, disini terdapat banyak restaurant dan kafe, pengalaman baru bagi kami melihat bersandarnya kapal-kapal pribadi yang mewah dengan kamar dan kafe diatasnya, kapal-kapal tersebut disewakan untuk para pengunjung yang ingin berlayar ke Cinque Terre.
Kenapa kami bisa terdampar di kota ini? awalnya karena kami ingin berkunjung ke Cinque Terre, lima desa cantik yang sering dinobatkan sebagai desa terindah di dunia, desa-desa ini punya bangunan berwarna warni berlokasi persis di atas tebing dan menghadap ke laut Linguarian, namun ketika mau booking hotel harganya sudah overbudget, mungkin karena waktu kami berkunjung tepat dengan liburan summer di eropa (high season), iseng-iseng saya melihat penginapan terdekat dari Cinque terre, adanya di kota La Spezia, jadilah saya buka dulu google map, ternyata tidak terlalu jauh dari Cinque terre, naik kereta api hanya 10 menit saja dengan biaya 4 euro. Saya juga buka pencitraan di google earth ternyata kota ini lumayan besar dan rame pastinya lebih asik menginap disini dibandingkan di Cinque terre yang sepi, sudah terbayang saja banyak pilihan hotel dan tentu saja pilihan wisata kuliner yang beragam.
Bagaimana cara ke kota ini? Bandara yang terdekat adalah Bandara Pisa, dari Pisa kita harus melanjutkan perjalanan lagi selama 1 jam dengan pilihan naik bus (7euro) atau naik kereta api (11 euro).
Bagaimana cara ke Cinque Terre dari La Spezia? Setibanya di La Spezia jika teman-teman ingin berkunjung ke Cinque Terre, ada 2 pilihan menggunakan kapal ferry dengan biaya 32 euro PP atau menggunakan kereta api dengan biaya 8 euro PP, jika teman-teman hobby fotografi saya sarankan mencoba 2 moda transportasi tersebut karena hasil pemotretan yang di dapat dari lokasi pemotretan di tengah laut tentu saja akan berbeda dibandingkan dengan lokasi pemotretan di pinggir tebing Cinque Terre.
Sekian Sharingnya, HappyWeekend BDers\

SHARING TIPS TENTANG KOTA PRAHA

Halo member BD,
Sekedar info saja bagi kawan-kawan yang hendak ke Praha, ingin tanya-tanya tentang kota Praha atau mendapatkan kesulitan saat di Praha, bisa menghubungi Eyang Yon. Eyang Yon kuliah di Praha sebelum zaman Presiden Soeharto, berkeluarga di Praha juga, dan selalu membantu, baik mahasiswa maupun orang Indonesia yang hendak jalan-jalan/ sedang di Praha.
Tahun 2015, saya dan cucu eyang mengunjungi Praha, kami dijemput dari stasiun bis Praha hl.n. Autobusová St. Wilsonova lalu esoknya ditemani keliling kota Praha dalam satu hari, paket lengkap deh pokoknya. Eyang senang sekali kalau kedatangan tamu dan bisa membantu orang Indonesia. Mau ke mana saja juga tinggal tanya Eyang Yon karena eyang sudah puluhan tahun tinggal di Ceko.
Kami berdua tidak minta diantar oleh eyang. Waktu itu iten kami sempat acak-adul karena banyak tempat di Praha yang ingin dikunjungi dalam waktu satu hari lebih beberapa jam, diperbaiki sama eyang itennya, diberitahu mana yang sebaiknya dikunjungi mana yang tidak, dikasih tahu juga kenapa alasannya.
Waktu itu eyang menolak keras untuk dibayar karena eyang hanya menemani kami keliling Praha dan sekaligus sebagai pihak yang memberi masukan tempat mana-mana saja yang sebaiknya dikunjungi. Bagi yang ingin mengetahui apakah jasa Eyang Yon ada biayanya atau tidak, silakan bertanya sendiri kepada eyang karena saya pribadi tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut.
Saya dikasih kartu nama ini oleh eyang, sekaligus dititipkan pesan untuk sekalian disebar buat calon-calon pelancong kota Praha. Nomor mobil yang ada di kartu nama itu nomor whatsapp eyang 
P.S. Sebelum nama eyang ada embel-embel Mgr., karena di zaman eyang kuliah di Eropa, program kuliah strata satu berlangsung selama lima tahun, titelnya tidak bisa disamakan dengan titel AS yang serba Bachelor atau Master. Negara-negara di Eropa sebelum mengalami penyamarataan titel seperti sistem AS punya titel masing-masing untuk sarjana muda mereka. Di Ceko, disebutnya Mgr. atau Ing.
P.S.S. Kalau menurut Wiki, sampai saat ini, titelnya masih berlaku bagi program sandwich S1 dan S2.
**The Czech Republic and Slovakia are using two master's degree systems. Both award a title of Mgr. or Ing. to be used before the name. The older system requires a 5-year program. The new system takes only 2 years, but requires a previously completed 3-year bachelor program (a Bc. title). It is required to write a thesis (in both master and bachelor program) and also to pass final exams. It is mostly the case that the final exams cover the main study areas of the whole study program, i.e. a student is required to prove his/her knowledge in many subjects he attended during the 2 resp. 3 years. (Wikipedia)
P.S.S.S. Saya tidak punya alamat email eyang, cuma punya nomor whatsapp eyang dan fb eyang saja 
Semoga informasi-informasi berikut bisa membantu member BD yang hendak ke/ sedang di Praha ya    ‪#‎BDInfo‬ ‪#‎BDEropa‬ ‪#‎BDPraha‬

BACKPACKER NEW ZEALAND

Salam BD,
Pengen sharing ni, tp bingung bikin subjectnya. Jadi ceritanya, bulan Februari lalu, saya ke NZ lewat DPS, transit Melbourne trus Christchurch. Saya gak beli tiket pulang, jadi cuma beli tiket one way, ternyata saya di tolak berangkat kalau tidak ada tiket keluar dari NZ. Jadi akhirnya saya beli tiket keluar dr NZ which is ke Australia ( tanggalnya sembarang ). Berangkatlah saya ke New Zealand. Dan akhirnya baru beli tiket NZ-CGK transit Sydney setelah saya di NZ. Tiket sembarangnya tidak terpakai.
Kepergian kali ini, saya beli tiket one way AA, CGK-DPS-MELB one way,
jet star MELB-CHC pp,
AA, MELB-KUL-CGK one way.
Nah pas saya check in jetstar di Melb, ternyata di sistemnya, terdapat info kalau saya tidak punya tiket balik ke Indonesia, jadi petugas check in butuh lihat tiket balik saya ke indonesia. Untungnya saya punya. Terus karena saya transit di Australia, jadi saya keluar dong ke citynya, ga mau rugi, tapi di layar check in Jetstar di melbourne, katanya saya ga eligible buat keluar dr airport, untungnya saya kali ini print visa transit saya. Singkat kata, semua aman sih, cuma deg2an aja ketahan gara2 hal ini. Dan saya baru inget, pas check in di JKT juga, saya sempat ditanyakan visa transit saya. Di Imigrasi malah aman2 aja.
Ada org diantrian samping saya gak bisa brangkat karena tidak punya tiket balik dr Australia ke negaranya. Denger2 sih orgnya mau lanjut backpacking ke negara lain, dan beli tiketnya nanti sembari di jalan. Sama petugas check in nya tidak diperbolehkan brngkt kalau ga ada tiket yg jelas.
Oiya, dr kmrn smpt baca2 soal bawa barang apa aja yg bole atau tidak, kalau dr pengalaman teman2, banyak banget yg berbeda2, intinya si declare aja, biar gak kena denda.. Untung2an dapat petugasnya.. Temen saya brngkt Mei kemarin, rendang package komersialnya di buang, trus ada temen yg baru pulang dr NZ awal bulan Juli, madu yg dibeli di NZ, 6 botol, lewat aja tuh di imigrasi Australia. Malah kata petugasnya tidak usah declare.

SHARING TIPS BACKPAPER KE EROPA

Sekedar sharing trip mandiri ke Eropah tahun 2010 kemaren, semoga berguna. Untuk detail per trip ada catpernya.
Perjalanan ini akan berlangsung selama 21 hari (termasuk perjalanan dari Negara asal). Menyusun itinerary tidaklah gampang apalagi kami ingin mengcover banyak Negara dan kota (nggak mau rugi banget pokoknya).
Total biaya sekitar Rp. 28.000.000 (termasuk tiket pesawat). Lama perjalanan 21 hari ; 5 negara yaitu Paris, Spanyol, Italy, Switzerland dan Belanda ; 15 kota yaitu Paris, Lyon, Barecelona,Sevilla, Madrid, Roma, Florence, Venice, Lacussa, Geneva, Lucerne, Zurich, Amsterdam ; 2x penerbangan domestic ; 3x menginap di kereta ; 2x menginap di bus ; 7x menginap di hostel
Sebenarnya biaya masih bisa ditekan saat itu, yaitu dengan menekan budget makan. Kami menghabiskan biaya makan sekitar € 8 – 20/day saat travelling, dan hampir gratis kalau lagi tinggal di rumah teman di Lyon.
Saya akan mengjelaskan rute perjalanan kami disana, sekaligus beberapa info/tricks yang bisa dilakukan.
1. Singapore – Paris (Day 1)
Saya memang harus sampai dan pulang dari Negara ini karena kondisi tiket harus begitu.
Tips & Info : Biar irit bisa cari tiket yang murah ke Negara lain, biasanya ke Negara Belanda lebih banyak promonya.
2. Paris – Lyon (Day 2)
Kebetulan saya punya teman tinggal disini, jadi saya membuat kota ini sebagai basecamp kebetulan teman ini juga ingin ikut explore Eropah nantinya. Dari Paris – Lyon kami naik TGV, sampai di Lyon sudah siang. Hari ini istirahat saja dan makan malam keluar
Tips & Info : Walaupun menarik, kota ini bisa diskip dulu. Mendingan ke kota kota lain atau memberikan waktu lebih panjang untuk explore Paris.
3. Lyon – Barcelona (Day 3 & 4)
Masih Jetlag sebenarnya, tetapi saya benar benar tidak ingin membuang waktu. Subuhnya kami di drop ke bandara, dan kami terbang dengan Ryan Air (budget airlines) ke Barcelona. Kami menginap di Central Garden Hostel One. Kami sampai masih pagi, jadi ada waktu 2 hari untuk explore kota Barcelona
Tips & Info : Barcelona menjadi kota tujuan pertama karena hanya ke kota ini yang tiketnya paling murah dari Lyon tanpa kami harus kembali ke Paris. Dari Lyon sebenarnya juga bisa ke Switzerland (lumayan murah juga) tetapi Negara ini akan masuk di leg kedua dalam perjalanan kami. Bisa juga ke Milan, tetapi Milan tidak termasuk salah satu tujuan kami di Italy.
4. Barcelona - Sevilla (Day 4 & 5)
Kami naik kereta malam ke Sevilla (irit hotel 1 malam), sampai di Sevilla masih pagi. Kami langsung ke stasiun untuk menitip tas di locker dan explore Sevilla.
Tips & Info : Sevilla ini merupakan UNESCO World Heritage. Kotanya menarik, kalau hari minggu kita masih bisa meliha para wanita menggunakan pakaian traditional Spanyol lengkap dengan hiasan rambutnya ke gereja. Kalau tidak punya waktu banyak bisa explore dengan bus hop and off. Dan karena connecting transportasinya yang bagus antara Barcelona – Sevilla – Madrid, makanya saya memilih kota ini.
5. Sevilla – Madrid (Day 5 & 6)
Malamnya kami naik bis ke Madrid (irit hotel lagi 1 malam). Bis nya lumayan besar dan nyaman, perjalanan juga lancar. Sampai di Madrid pagi hari, check in di Hostel El Pillar dan explore kota Madrid dengan bus hop and off.
6. Madrid – Roma (Day 7 & 8)
Pagi harinya kami naik pesawat Easyjet ke Roma (budget airlines) juga. Hari ketujuh kami explore kota Roma sampai malam hari. Di hari kedelapan kami ke Vatican dan Gereja St Petrus. Untuk menghemat waktu antri ke dalam Vatican kami ikut tour dengan harga pelajar (beruntunglah kami yang punya badan imut). Kami menginap di Domus Elisa, tidak jauh dari Colloseum.
Tips & Info : Madrid menjadi exit city dari Spanyol karena ada direct pesawat dari Madrid ke Roma dengan biaya yang murah. Kereta dan bis bukan pilihan yang bagus disini, selain waktunya harganya juga bisa lebih mahal.
7. Roma – Florence (Day 8 & 9)
Sore hari kami naik kereta ke Florence, sampai di Florence sudah malam, explore kota Florence di malam hari. Keesokan paginya kami melanjutkan explore kota Florence. Di Florence kami menginap di II Ghiro
8. Florence - Venice (Day 9 & 10)
Sore harinya kami naik kereta ke Venice. Sampai di Venice sudah malam, melihat suasana kota Venice di malam hari. Keesokan paginya kami baru mulai explore kota Venice. Di Venice kami menginap di B & B Ai Musi ci
9. Venice – Lyon (Day 10 – 13)
Kami kami sleep train ke Lyon (transit di Paris). Sampai di Lyon sudah siang, istirahat memulihkan tenaga. Keesokan harinya kami naik mobil ke Lacussa untuk bermain ski. Hari ketigabelas kami explore kota Lyon seharian.
10. Lyon – Geneva (Day 14)
Kami naik kereta pagi ke Geneva, terus explore Geneva beberapa jam.
11. Geneva – Lucerne (Day 14 & 15)
Sorenya kami kereta ke Lucerne, sampai di Lucerne udah malam. Check in di Twins Minbak B & B. Paginya kami berangkat ke Mt. Titlis, bermain main disana sampai siang hari.
Tips & Info : Jika punya waktu lebih, tinggallah lebih lama disini karena banyak yang bisa diexplore, alamnya begitu indah. Atau bisa menginap juga di Interlaken, kota terakhir sebelum Mt. Titlis
12. Lucerne – Zurich (Day 15)
Sorenya kami berangkat ke Zurich, explore Zurich beberapa jam
13. Zurich – Amsterdam (Day 15-17)
Kami naik kereta malam ke Amsterdam dan sampai di Amsterdam pagi hari. Menginap di hotel dekat dengan central station. Saya lupa namanya karena kita walk in.
Tips & Info : Hampir semua tempat wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki, atau kalau malas bisa sewa sepeda. Tour dengan kapal, mengelilingi kanal di Amsterdam layak dicoba.
14. Amsterdam - Paris (Day 17)
Malamnya kami naik bis ke Paris. Walau perjalanan panjang jalanannya sudah bagus, tidak macet (sempat stuck sebentar waktu melewati Belgium karena tidak ada mobil yang mengalah pas persimpangan).
15. Paris – Lyon - Boismorand (Day 18-19)
Sampai di Lyon siang, unpacking dan repacking. Malamnya kami berangkat dengan mobil ke Boismorand, menginap di rumah teman. Keesokan harinya (hari ke 19) kami ke Castle de Sully, malamnya dinner dengan keluarga teman.
16. Boismorand – Paris (Day 20)
Paginya didrop ke Paris, lanjut explore kota Paris. Menginap di St. Christopher
17. Paris – Singapore (Day 21)
Penerbangan kami siang hari dari Paris
‪#‎BDEurope‬ ‪#‎BDParis‬ ‪#‎BDAmsterdam‬ ‪#‎BDItali‬ ‪#‎BDSpanyol‬‪#‎BDSwitzerland‬

Jumat, 20 Mei 2016

Kota GINZA JEPANG TEMPAT BELANJA

Ginza, identik dengan shopping ala Syahrini, barang2 branded yang super duper mahal. Tapi tidak semuanya juga ternyata. Diantara deretan butik2 branded spt Louis Vuitton, Armani, Balenciaga, dll, ada juga toko2 yg jual barang2 bagus berkualitas dengan harga backpacker.
Salah satunya butik Gu ini. Gu hanya menjual produk fashion merk Gu (mungkin merk lokal Jepang). Dan amazingly harga sangat murah. Harga celana cewe yg modelnya fashionable bahkan lebih murah dari t-shirt2 souvenir yang dijual di Asakusa.
Untuk turis, belanja di Gu bisa bebas pajak (tax free). Syarat nya cuma tunjukan paspor dan belanja minimal ¥5000. (Di Gu uang ¥5000 bisa dapet 5-6 barang). Bener2 backpacker friendly.
Kalau mau ke Gu, dari stasiun Ginza lebih enak keluar di exit A2. Begitu keluar tangga, store Gu langsung keliatan.
So backpackers yg sdg/akan ke Jepang, Selamat Belanja 😄

COLMAR, BUKIT TINGGI PAHANG MALAYSIA

Mau sharing pertama kali jln2 ke colmar tropicale, bukit tinggi, pahang, malaysia
Menuju colmar bs menggunakan shuttle yg ada di Mall Berjaya Times Square, tiketnya bisa dibeli dilantai 8, setelah keluar dr lift belok kiri sekitar 7 meter posisi ada di kanan, harga untuk tiket PP 60RM (dewasa) sdh termasuk tiket masuk (saran tiket dibeli 1 hari sebelumnya). Untuk pilihan jam keberangkatan saran saya berangkat 09.30 dan balik jm 16.00. Keesokan harinya jam 09.15 harus ada di depan Berjaya Times Square Hotel West Wing (sambil membawa minuman dan snack untuk disana). Karena jam 09.30 perjalanan berangkat menuju colmar sekitar 45 menitan. Ada shuttle service ke wisata yg ada di colmar.
‪#‎BDKL‬ ‪#‎BDMALAYSIA‬ ‪#‎BDCOLMAR‬

GEREJA TERTUA DI IRAN

Sumber : Backpacper dunia

Gereja Tertua Dunia Ada di Iran
Belum lama ini, saya berkunjung di Azerbaijan Barat. Tapi nama Azerbaijan di sini bukan nama negara tapi nama daerah di sebelah Timur Iran dekat dengan perbatasan Irak, Turki dan Nakhchivan Azerbaijan. Dari Tehran sekitar 780 km. Saya menggunakan pesawat ke Azerbaijan dari Tehran sekitar satu jam penerbangan ( harga tiket pesawat sekitar 50 usd) dan mendarat di Urumiah, sebuah kota kecil yang sedang berkembang mau menjadi kota yang lebih besar. Banyak industri yang mulai melirik kota itu mengingat dekat Turki, Irak dan Nakhchivan. Setiba di Urumiah, saya dan teman-teman langsung menuju hotel Park. Harga hotel itu sekitar 100 usd untuk kamar yang menyediakan tiga tempat tidur. Kamar yang luas dan bersih tapi tetap berkesan hotel lama. Mungkin di Indonesia masuk kategori hotel minus bintang tiga.
Dalam perjalanan itu, saya sebenarnya mengincar gereja tertua di dunia yang terletak di daerah Chaldoran, Qare Kelisa sekitar lima jam perjalanan via darat dari Urumia. Saya menyewa mobil hotel untuk melakukan perjalanan ke Chaldoran. Harga sewa mobil sekitar 100 usd berikut supir. Perjalanan harus dilakukan pagi hari mengingat perjalanan yang cukup jauh dan harus dilalui satu hari penuh. Belum lagi kita harus berhenti di tengah jalan untuk melihat pemandangan yang sangat indah dalam perjalanan menuju ke gereja tertua di dunia.
Gereja itu disebut dengan nama Black Church, tapi dalam bahasa persia Qareh Kelisa. Bisa dikatakan gereja tertua karena di dalam gereja terdapat makam Santo Thadeus yang disebut-sebut sebagai sosok hawariyun Nabi Isa as atau pengikut setia Yesus. Santo Thadeus gugur syahid pada tahun 66 tahun masehi. Dengan demikian tempat itu berumur 1,949 tahun. Karena itu, tempat yang kemudian diabadikan menjadi gereja hingga sekarang bisa dikatakan gereja tertua di dunia. Gereja tertua di dunia yang terletak di negara Republik Islam Iran tetap terjaga dengan baik. Inilah bentuk toleransi yang tinggi antarummat beragama di negeri Persia. Bahkan akses jalan ke gereja sangat bagus sekali.
Hal yang unik, para peziarah yang datang ke gereja itu bukan saja dari kalangan kristiani tapi juga muslim. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berdoa di depan makam santo yang diyakini manusia mulia dan istimewa di mata Nabi Isa as. Saya pun menyempatkan untuk berdoa di gereja. Teman saya yang beragama Kristen setiba di gereja itu langsung melakukan misa sendirian. Gereja Black Church telah menjadi atap lintas agama yang bisa mempertemukan titik Islam dan Kristen. Islam juga menghormati Yesus karena diyakini sebagai utusan Tuhan sebelum Nabi Besar Muhammad Saw. Bahkan para pengunjung bukan hanya berdoa di tempat itu tapi mereka juga mengerjakan sholat di pekarangan gereja. Pemandangan yang indah sekali...
Disebut Black Churc karena arsitek gereja itu menggunakan batu hitam. Batu hitam di gereja menunjukkan bagian bangunan lama sedangkan batu putih adalah bangunan baru. Gereja itu mengalami renovasi berkali-kali, bahkan sempat hancur karena perang dan gempa. Raja muslim Abbasi I di Dinasti Safawi, sekitar enam abad lalu juga pernah memerintahkan renovasi gereja tersebut.
Untuk menuju gereja Black Church hanya bisa ditempuh di musim panas dan musim semi. Di musim dingin jalan menuju ke tempat itu akan tertutup salju tebal. Di musim semi ada festival tahunan yang melibatkan semua pemeluk Kristen berdatangan ke gereja itu membuat kemah di sekitar gereja dan menggelar pesta rakyat. Pemandangan menuju ke gereja sangat indah sekali bahkan terasa seperti di Eropa.
Untuk penerbangan ke Iran, Anda bisa menggunakan penerbangan Emirates, Qatar Air dan Ettihad langsung menuju ke Tehran via transit di satu tempat yang tergantung pesawat. Bisa di Dubai, Doha atau Abu Dhabi. Bila maskapai-maskapai tersebut mahal, teman-teman bisa terbang via Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Iran seperti Iran Air atau Mahan Air. Harga sekitar 400 hingga 800 usd. Setiba di bandara internasional Tehran, teman-teman berpindah ke bandara domestik yang terletak di kota untuk melanjutkan penerbangan ke kota Urumiah. Untuk menuju ke sana kita naik taksi yang dipatok harga sekitar 35 usd. Teman-teman juga bisa memilih penerbangan ke kota Tabriz untuk menuju ke gereja Black Church. Jika saya punya kesempatan lagi untuk pergi ke sana. Saya akan memilih penerbangan ke Tabriz. Selain bisa pergi ke Black Church juga bisa mendapatkan destinasi-destinasi lainnya di kota itu yang dibilanag eksotis.
Untuk visa, teman-teman bisa mengajukan visa ke kedutaan atau visa on arrival. Harga visa di kedutaan sekitar 35 uero. Saya tidak tahu persis harga visa on arrival. Sepertinya visa on arrival lebih mahal dari pada mengajukan visa ke kedutaan. ‪#‎BDIran‬ ‪#‎BDBlackChurch‬

Pengajuan Visa Australia

Sumber : Fb Backpacper dunia
Cuman sekedar share:D

Teman2, saya mau berbagi cerita mengenai proses pengajuan visa Australia. Selama ini setiap kali mau mengajukan visa, saya memilih lewat travel agent krn tidak mau pusing dan repot. Tapi khusus visa kali ini, saya akhirnya tertantang juga untuk mengurus sendiri karena komporan dari seorang teman. Awalnya suami tidak setuju karena resiko kalau ada yang kurang nanti malah kacau, karena semua tiket pesawat Jakarta-Sydney-Melbourne-Goldcoast berikut Apartemen di masing2 kota sudah dibayar. Tapi saya bilang ke suami, lumayan loh... urus di travel agent harganya 1.8 juta/orang. sedangkan kalau urus sendiri, paling cuma 1.6 juta/orang. Hemat 800 ribu utk kita ber-4. Tapi tetap saja suami saya bilang, kan travel agent bantu isi form-nya, dll. Tapi teman saya yang sudah pengalaman urus visa Australia sendiri bercerita kalau mengajukan visa Australia itu mudah, cepat dan lebih murah. Kalau di travel agent bisa 15 hari kerja baru jadi, sedangkan kalau urus sendiri paling lama 1 minggu. I hate waiting, jadi saya putuskan yuk lah... kali ini urus sendiri.
Singkat kata, akhirnya suami menyerah dan saya mulai siapkan seluruh dokumen2 yang diperlukan, yaitu:
- mengisi form 1419 utk turis
- mengisi form 1229 utk turis berusia dibawah 18 tahun
- foto 4x6 1 lembar dengan latar belakang putih
- Foto copy akte lahir
- Foto copy akte pernikahan
- Foto copy Kartu Keluarga
- foto copy KTP
- Surat rekomendasi kerja dari kantor (asli)
- Foto copy bukti tiket pesawat
- Foto copy Bukti pembayaran Apartement
- Foto copy rekening koran bank 3 bulan terakhir
- Foto copy pasport halaman depan, halaman akhir dan semua halaman yang ada stampel-nya
- Foto copy seluruh visa2 yang pernah diperoleh selama ini
- Pasport asli terbaru dan yang lama
- Itinerary secara garis besar selama di Australia
Untuk anak, yang disiapkan:
- Foto copy Kartu pelajar
- Surat pernyataan dari sekolah
- Foto copy akte lahir
- Foto copy KTP, akte lahir dan akte perkawinan kedua orangtua
- Foto copy bukti tiket pesawat
- Foto copy bukti pembayaran apartement.
Yang bikin deg2an saat pengisian form yg berjumlah belasan lembar itu. Harus diisi dengan tulisan tangan huruf cetak/diketik. saya memilih mengisi dengan tulisan tangan. Saking takut salahnya, saya mengisi lama banget dan malah beberapa kali salah tulis. Ada juga bbrp pertanyaan yang ragu harus dijawab apa. Contohnya ada 1 pertanyaan seperti ini, apakah anda berniat mengunjungi Australia lebih dari 1x?sebutkan alasannya. Ada yang bilang, jawab saja tidak, nanti kamu dikira mau tinggal di sana loh. Tapi ada jg yang bilang, jawab saja iya. gak papa kok. Akhirnya saya memutuskan menjawab jujur saja, yaitu Ya.
Hari saat ke AVAC tiba. Saya datang berdua suami pukul 11.30 siang. Suami sudah khawatir bakal kena jam makan siang. Tapi dr info yang saya peroleh, jam makan siang AVAC adl bergantian. Jadi semua kegiatan dapat berlangsung seperti biasa selama jam kerja yaitu Senin-Jumat, Pukul 08.30-16.00. Tiba di Lantai 2 Kuningan City, kami disambut reception yang mempersilahkan kami utk melewati gerbang detector, meminta kami mematikan semua HP dan kami diberi nomor antrian. Masuk ke ruangan AVAC, terlihat di sebelah kiri adl utk pengajuan Visa UK, sebelah kanan utk visa New Zealand dan ditengah utk visa Australia. Disisi kanan tepat disamping pintu masuk, berjajar 4 orang yang sedang mengecak seluruh dokumen2 dari pemohon. Selang 5 menit, saya dipersilahkan duduk utk dicek seluruh dokumen2 tanpa ditanya nomor antrian saya. saat saya sodorkan nomor antrian, Mbak yang memanggil saya menngatakan tidak perlu. Dengan ramah beliau membuka satu persatu dokumen saya sambil mengajak saya ngobrol. Lalu pasport saya yang asli dikembalikan, dan dia bilang gini, semua pasport lama dibawa juga ya, mbak? gak perlu kok sebenarnya. Saya katakan, iya mbak, krn pasport yang lama ada visa Australia saya yg pernah saya peroleh 19 tahun yg lalu. kali aja ngaruh gitu loh. hehehe... Dia tertawa. Gak usah, Mbak... kan udah ada copy-nya. Dalam hati saya blg, namanya juga usaha, Mbak. tongue emotikon
Lalu tiba2 beliau bilang, loh... ini anaknya kok tidak isi form 1419?. Saya jawab, kan saya sudah isi form 1229 yg khusus anak. Beliau menjawab, harus isi form 1419 juga. Wah...calon balik lagi deh nih besok, batin saya. Lalu beliau bilang, ya sudah gak papa, Mbak. kita ada kok form kosong 1419-nya. Diisi di sini langsung aja, ya. Leganyaa... Saat saya minta ijin pindah mau isi form, beliau bilang gak apa2, langsung isi saja di depannya. Waduh, di rumah aja saya isinya lama banget dan grogi. Apalg harus isi langsung di depan beliau. Tapi ya sudah lah, ternyata isi di depan beliau bikin otak saya berfikir lbh cepat sehingga cepat selesai. Hehehe...
Lalu saya langsung disuruh ke bagian tengah ruangan utk melakukan pembayaran dan dikatakan akan dikabari melalui email mengenai nasib visa saya. Di counter pembayaran, saya ditanya, mau bayar tunai atau pakai kartu kredit. Karena saya tau jika pakai kartu kredit dikenakan charge 3%, maka saya sudah siapkan uang tunai. Selang 5 menit seluruh transaksi selesai dan setiap dari kami dikenakan biaya Rp. 1.599.500.
Saat penantian dimulai. Sehari 2x cek email, tdk muncul2 juga 'surat cinta'nya. Hari senin saya ajukan, akhirnya Hari ke-3 yaitu Kamis sore datang jg email yang dinanti2, menyatakan bahwa visa kami ber-4 di-APPROVED! Yeyyy.... Puji Tuhan. Yang lebih menyenangkan lagi, kami ber-4diberi visa multiple selama 3 tahun.
Lega, puas dan senang rasanya bisa urus visa sendiri tanpa travel agent, karena tenyata prosesnya memang jauh lebih cepat, mudah dan so pasti lebih murah! Makasih yaaa Reetha Tambayong yang sudah komporin aku. Dan makasih juga Mbak Vicky Kurniawan yang sering aku tny2in soal pengisian form. Senang sekali bs bergabung di grup ini yang membuat saya banyak banget nambah pengetahuan ttg traveling. ‪#‎BDVisa‬ ‪#‎BDVisaaustralia‬ ‪#‎BDAustralia‬

Sabtu, 07 Mei 2016

PERANCIS

Nice, Cote d'Azur (French Riviera)
Dear BDers,
Cote d'Azur atau dlm bahasa Inggris dikenal dg French Riviera merupakan provinsi di selatan Prancis. Nice sendiri merupakan salah satu kota di provinsi ini.
Apa aja yg menarik??
* Old town di Vieille Ville, deretan bangunan tinggi ala mediterania, berwarna warni, dan banyak gang2 kecil. Disini byk ditemukan cafe dan toko souvenir.
* Pantai indah laut Mediterrania, dg warna biru yg sangat shiny.. Kalau lg sunny day rame banget yg sunbathing. Tp pas hujan jg ga kalah romantis. Dari old town ke pantai cuma 10 mnt jalan kaki.
Transportasi
Dari airport Cote d'Azur naik bus No. 98 menuju Nice, turun di stop trakhir di Vieille Ville. Tiketnya 6 euro dibayar lgsg ke driver. Transportasi antar kota dr Nice bisa dg bus atau tram. Tiket murah aja cuma 1.5 euro.
Destinasi yg deket dari Nice
Dg bus 1.5 euro kita bs maen ke kota2 lain seperti Cannes, Antibes, Eze Village, dan Monaco. Lama perjalanan ga nyampe 1 jam.

ROMA, ITALLIA

Kalo lagi jalan-jalan di Roma dan di beberapa tempat yang ramai seperti di Piazza Del Popolo, jangan suka sembarangan dengan tawaran bunga atau apapun itu. Karena ketika kita ambil, mereka akan memaksa harus bayar bunga yang sudah kita ambil. Banyak turis yang ketipu kadang sampe marah. 1 menit setelah photo ini di ambil, 2 penjual mawar merah di belakang saya lari terbirit birit karena dikejar polisi karena menipu. Hati-hati kalo yang lagi travelling di Roma karena banyak scam bertebaran dan juga copet dimana-mana