Minggu, 24 Juli 2016

SHARING TIPS TRIP KE SCOTLAND - ENGLAND DAN TURKEY

Trip to Scotland - England & Turkey
Part 3 (((Trip Turkey)))
Lanjut dari cerita gw yang sebelum nya, setelah gw beres dari trip Scotland & England, gw langsung lanjut trip ke turki, gw posting lagi rute pejalanan gw yang sebelum nya.
Berangkat 6 Juni : KUALA LUMPUR – (transit 4 jam ISTANBUL) – LONDON (12 Hari)
Pulang 18 Juni : LONDON - ISTANBUL (10 Hari)
Pulang 28 Juni : ISTANBUL - : KUALA LUMPUR
Untuk tiket penerbangan ini, gw kena : 579 USD ( 7,6 jt an) by Turkisairlines
Tanggal 18 juni , sekitar jam 2 siang , gw take off dari Heathrow airport (London) , menuju Istanbul Turki (SAW) Sabiha Gokcen International Airport, sampai sekitar jam 6 sore.
Sebelum nya kita udah beli tiket penerbangan domestk di turki , dengan rute seperti ini
18 juni : Istanbul – Izmir (berangkat jam 11 malem dari istanbul)
24 Juni : Cappadocia – Istanbul (berangkat jam 2 siang dari cappadocia)
`menurut gw c harga tiket untuk 2 penerbangan ini murah nya banget…banget…. cuman 750rb doank, include bagasi 15kg, cabbin 7kg, klo bagasi kita lebih dari 15kg, kena charge 25rb/kg nya, masih tetep murah kan (by TurkisAirlines, sekelas lah sama Garuda)
Penerbangan dari Istanbul ke Izmir itu sekitar 1 jam, kita berangkat jam 11 malem dari Istanbul, sampe di IZMIR jam 12 malem, karena udah kemaleman, akhirnya kita ngineplah di Hotel bandara Izmir, per hari kena 750rb
Chapter 1 (Akomodasi di Turki)
Trip kita yang sebelum nya di UK bener2 ter-ORGANIZE banget, dari masah booking penginapan, booking mobil, booking tiket masuk ke setiap objek wisata, kita selalu booking tiket di jauh-jauh hari H nya, mana yang bisa di booking secara online, kita akan booking secara online, karena kita ingin menghindari antrian saat pembelian tiket tsb , karena hal itu sangat menghabiskan waktu sekali,, klo bisa beli online kenapa harus cape-cape antri….?
Tapi untuk trip di turki, kita mau coba sesuatu yang baru, karena gw punya prinsip “Traveling itu akan selalu memberikan pengalaman & pembelajaran baru tentang kehidupan….so….lets do something new guys.
JADI selama 6 hari kedepan…. Kita belum tau mau nginep di kota mana, & di hotel apa….yang jelas tanggal 24 juni, kita harus udah sampai di Cappadocia, jarak nya itu sekitar 750 KM dari IZMIR (seperti dari Jakarta ke Malang) so…untuk 6 hari ke depan kita bener-benee go show!!!
Untuk Masalah Transpotasi selama 6 hari kedepan, kita sudah booking terlebih dahulu di situs Rentalcars.Com
Kita ambil mobil di bandara Izmir, trs balikin nya di Cappadocia, untuk biaya sewa + Full Cover asuransi sekitar 5,3 jt (Mobil Nissan March by Enterprice) , jadi kita hanya go show untuk masalah di penginapan saja, jika kita sudah terlalu lelah dalam perjalanan, maka kita akan cari penginapan di booking.com , mana saja hotel yang kamar nya masih tersedia dan tentu nya yang harga nya sesuai dengan budget, kami membudgetkan maksimal 500rb/malam untuk hotel , jika sudah menemukan hotel yg pas, kita minta penunjuk GPS di HP untuk menunjukan ke arah jalan hotel tersebut, ….mudah bukan?
Kami check-in di hotel itu selalu diatas jam 8 malam, karena itu kami selalu meminta discount khusus kpd pihak manajeman, dengan cara “apakah kita bisa mendapatkan discount harga, karena sangat2 late check in & apakah harga nya bisa di bawah harga booking,com/ Agoda , jika bisa saya akan pesan dan bayar langsung tanpa via booking.com /Agoda

Note : Walaupun mobil di turki setir ada di kiri, tetapi SIM Indonesia (SIM A) tetap belaku, jadi tidak perlu sim internasional
Chapter II (Izmir – Pamukale – Egidir –Antalya – Konya – Cappadocia)
Jam 10 pagi kita check out dari Hotel Bandara , terus langung ke counter penyewaan mobil (Enterprice) , untuk ambil mobil di area parkir yang sudah di tentukan
(Tanggal 19 Juni)
Trip Hari Pertama (Izmir – Selcuk – Pamukale)
- Virgin Mary House
- Ephesus
- Sirence Village
- Menginap di Pamukale
(Tanggal 20 Juni)
Trip Hari Kedua (Pamukale-Egidir-Antalya)
- White Travertin
- Pools Of Cleopatra
- Egidir
- Menginap di Antalya
(Tanggal 21 Juni)
Trip Hari Ketiga
- Sailling Trip di Antalya
- National Park Antalya
- Night City Tour Konya
- Menginap di Konya
(Tanggal 22 Juni)
Trip Hari Ke Empat
- Mevlana
- Old Town Konya
- Göreme Open-Air Museum
- Urgup
- Check in di Penginapan Cappadocia (Airbnb)
(Tanggal 23 Juni)
Trip Hari Lima
- Hot Baloon Air Cappadocia
- Underground Cities: Derinkuyu, Kaymakli
- Orthaisar
- Valleys: Love, Rose/Red Imagination, Pigeon
- Turkish Night
(Tanggal 24 Juni)
Trip Hari Enam
- Check Out Hotel di Cappadocia
- Kembalikan mobil rental di Urgup
- Ke Bandara Navsehir untuk terbang ke Istanbul
- Check In di istambul, di kawasan Taxim (AirbnB)
- Night City Tour Istanbul
Bersambung ke Part IV (Explore Istanbul in 4 days)

SHARING TIPSTENTANG ITALY LA SPEZIA

La Spezia? Dimana tuh? mungkin banyak yang ga tau kota kecil ini karena kalah tenar dibandingkan Roma, Milan, Venezia, tapi ternyata kota ini tak kalah cantiknya.
Kota La Spezia terletak persis di ujung Teluk La Spezia, Kota tua ini dikelilingi perbukitan dan menghadap langsung ke laut, sebuah kota dengan view yang indah, sangat cocok untuk bersantai dan lari dari rutinitas, ada taman dan kawasan pedestrian di tepi pelabuhan, juga terdapat jembatan mirabella yang menghubungkan kawasan pedestrian dengan kawasan hang out dimana kapal-kapal pribadi bersandar, disini terdapat banyak restaurant dan kafe, pengalaman baru bagi kami melihat bersandarnya kapal-kapal pribadi yang mewah dengan kamar dan kafe diatasnya, kapal-kapal tersebut disewakan untuk para pengunjung yang ingin berlayar ke Cinque Terre.
Kenapa kami bisa terdampar di kota ini? awalnya karena kami ingin berkunjung ke Cinque Terre, lima desa cantik yang sering dinobatkan sebagai desa terindah di dunia, desa-desa ini punya bangunan berwarna warni berlokasi persis di atas tebing dan menghadap ke laut Linguarian, namun ketika mau booking hotel harganya sudah overbudget, mungkin karena waktu kami berkunjung tepat dengan liburan summer di eropa (high season), iseng-iseng saya melihat penginapan terdekat dari Cinque terre, adanya di kota La Spezia, jadilah saya buka dulu google map, ternyata tidak terlalu jauh dari Cinque terre, naik kereta api hanya 10 menit saja dengan biaya 4 euro. Saya juga buka pencitraan di google earth ternyata kota ini lumayan besar dan rame pastinya lebih asik menginap disini dibandingkan di Cinque terre yang sepi, sudah terbayang saja banyak pilihan hotel dan tentu saja pilihan wisata kuliner yang beragam.
Bagaimana cara ke kota ini? Bandara yang terdekat adalah Bandara Pisa, dari Pisa kita harus melanjutkan perjalanan lagi selama 1 jam dengan pilihan naik bus (7euro) atau naik kereta api (11 euro).
Bagaimana cara ke Cinque Terre dari La Spezia? Setibanya di La Spezia jika teman-teman ingin berkunjung ke Cinque Terre, ada 2 pilihan menggunakan kapal ferry dengan biaya 32 euro PP atau menggunakan kereta api dengan biaya 8 euro PP, jika teman-teman hobby fotografi saya sarankan mencoba 2 moda transportasi tersebut karena hasil pemotretan yang di dapat dari lokasi pemotretan di tengah laut tentu saja akan berbeda dibandingkan dengan lokasi pemotretan di pinggir tebing Cinque Terre.
Sekian Sharingnya, HappyWeekend BDers\

SHARING TIPS TENTANG KOTA PRAHA

Halo member BD,
Sekedar info saja bagi kawan-kawan yang hendak ke Praha, ingin tanya-tanya tentang kota Praha atau mendapatkan kesulitan saat di Praha, bisa menghubungi Eyang Yon. Eyang Yon kuliah di Praha sebelum zaman Presiden Soeharto, berkeluarga di Praha juga, dan selalu membantu, baik mahasiswa maupun orang Indonesia yang hendak jalan-jalan/ sedang di Praha.
Tahun 2015, saya dan cucu eyang mengunjungi Praha, kami dijemput dari stasiun bis Praha hl.n. Autobusová St. Wilsonova lalu esoknya ditemani keliling kota Praha dalam satu hari, paket lengkap deh pokoknya. Eyang senang sekali kalau kedatangan tamu dan bisa membantu orang Indonesia. Mau ke mana saja juga tinggal tanya Eyang Yon karena eyang sudah puluhan tahun tinggal di Ceko.
Kami berdua tidak minta diantar oleh eyang. Waktu itu iten kami sempat acak-adul karena banyak tempat di Praha yang ingin dikunjungi dalam waktu satu hari lebih beberapa jam, diperbaiki sama eyang itennya, diberitahu mana yang sebaiknya dikunjungi mana yang tidak, dikasih tahu juga kenapa alasannya.
Waktu itu eyang menolak keras untuk dibayar karena eyang hanya menemani kami keliling Praha dan sekaligus sebagai pihak yang memberi masukan tempat mana-mana saja yang sebaiknya dikunjungi. Bagi yang ingin mengetahui apakah jasa Eyang Yon ada biayanya atau tidak, silakan bertanya sendiri kepada eyang karena saya pribadi tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut.
Saya dikasih kartu nama ini oleh eyang, sekaligus dititipkan pesan untuk sekalian disebar buat calon-calon pelancong kota Praha. Nomor mobil yang ada di kartu nama itu nomor whatsapp eyang 
P.S. Sebelum nama eyang ada embel-embel Mgr., karena di zaman eyang kuliah di Eropa, program kuliah strata satu berlangsung selama lima tahun, titelnya tidak bisa disamakan dengan titel AS yang serba Bachelor atau Master. Negara-negara di Eropa sebelum mengalami penyamarataan titel seperti sistem AS punya titel masing-masing untuk sarjana muda mereka. Di Ceko, disebutnya Mgr. atau Ing.
P.S.S. Kalau menurut Wiki, sampai saat ini, titelnya masih berlaku bagi program sandwich S1 dan S2.
**The Czech Republic and Slovakia are using two master's degree systems. Both award a title of Mgr. or Ing. to be used before the name. The older system requires a 5-year program. The new system takes only 2 years, but requires a previously completed 3-year bachelor program (a Bc. title). It is required to write a thesis (in both master and bachelor program) and also to pass final exams. It is mostly the case that the final exams cover the main study areas of the whole study program, i.e. a student is required to prove his/her knowledge in many subjects he attended during the 2 resp. 3 years. (Wikipedia)
P.S.S.S. Saya tidak punya alamat email eyang, cuma punya nomor whatsapp eyang dan fb eyang saja 
Semoga informasi-informasi berikut bisa membantu member BD yang hendak ke/ sedang di Praha ya    ‪#‎BDInfo‬ ‪#‎BDEropa‬ ‪#‎BDPraha‬

BACKPACKER NEW ZEALAND

Salam BD,
Pengen sharing ni, tp bingung bikin subjectnya. Jadi ceritanya, bulan Februari lalu, saya ke NZ lewat DPS, transit Melbourne trus Christchurch. Saya gak beli tiket pulang, jadi cuma beli tiket one way, ternyata saya di tolak berangkat kalau tidak ada tiket keluar dari NZ. Jadi akhirnya saya beli tiket keluar dr NZ which is ke Australia ( tanggalnya sembarang ). Berangkatlah saya ke New Zealand. Dan akhirnya baru beli tiket NZ-CGK transit Sydney setelah saya di NZ. Tiket sembarangnya tidak terpakai.
Kepergian kali ini, saya beli tiket one way AA, CGK-DPS-MELB one way,
jet star MELB-CHC pp,
AA, MELB-KUL-CGK one way.
Nah pas saya check in jetstar di Melb, ternyata di sistemnya, terdapat info kalau saya tidak punya tiket balik ke Indonesia, jadi petugas check in butuh lihat tiket balik saya ke indonesia. Untungnya saya punya. Terus karena saya transit di Australia, jadi saya keluar dong ke citynya, ga mau rugi, tapi di layar check in Jetstar di melbourne, katanya saya ga eligible buat keluar dr airport, untungnya saya kali ini print visa transit saya. Singkat kata, semua aman sih, cuma deg2an aja ketahan gara2 hal ini. Dan saya baru inget, pas check in di JKT juga, saya sempat ditanyakan visa transit saya. Di Imigrasi malah aman2 aja.
Ada org diantrian samping saya gak bisa brangkat karena tidak punya tiket balik dr Australia ke negaranya. Denger2 sih orgnya mau lanjut backpacking ke negara lain, dan beli tiketnya nanti sembari di jalan. Sama petugas check in nya tidak diperbolehkan brngkt kalau ga ada tiket yg jelas.
Oiya, dr kmrn smpt baca2 soal bawa barang apa aja yg bole atau tidak, kalau dr pengalaman teman2, banyak banget yg berbeda2, intinya si declare aja, biar gak kena denda.. Untung2an dapat petugasnya.. Temen saya brngkt Mei kemarin, rendang package komersialnya di buang, trus ada temen yg baru pulang dr NZ awal bulan Juli, madu yg dibeli di NZ, 6 botol, lewat aja tuh di imigrasi Australia. Malah kata petugasnya tidak usah declare.

SHARING TIPS BACKPAPER KE EROPA

Sekedar sharing trip mandiri ke Eropah tahun 2010 kemaren, semoga berguna. Untuk detail per trip ada catpernya.
Perjalanan ini akan berlangsung selama 21 hari (termasuk perjalanan dari Negara asal). Menyusun itinerary tidaklah gampang apalagi kami ingin mengcover banyak Negara dan kota (nggak mau rugi banget pokoknya).
Total biaya sekitar Rp. 28.000.000 (termasuk tiket pesawat). Lama perjalanan 21 hari ; 5 negara yaitu Paris, Spanyol, Italy, Switzerland dan Belanda ; 15 kota yaitu Paris, Lyon, Barecelona,Sevilla, Madrid, Roma, Florence, Venice, Lacussa, Geneva, Lucerne, Zurich, Amsterdam ; 2x penerbangan domestic ; 3x menginap di kereta ; 2x menginap di bus ; 7x menginap di hostel
Sebenarnya biaya masih bisa ditekan saat itu, yaitu dengan menekan budget makan. Kami menghabiskan biaya makan sekitar € 8 – 20/day saat travelling, dan hampir gratis kalau lagi tinggal di rumah teman di Lyon.
Saya akan mengjelaskan rute perjalanan kami disana, sekaligus beberapa info/tricks yang bisa dilakukan.
1. Singapore – Paris (Day 1)
Saya memang harus sampai dan pulang dari Negara ini karena kondisi tiket harus begitu.
Tips & Info : Biar irit bisa cari tiket yang murah ke Negara lain, biasanya ke Negara Belanda lebih banyak promonya.
2. Paris – Lyon (Day 2)
Kebetulan saya punya teman tinggal disini, jadi saya membuat kota ini sebagai basecamp kebetulan teman ini juga ingin ikut explore Eropah nantinya. Dari Paris – Lyon kami naik TGV, sampai di Lyon sudah siang. Hari ini istirahat saja dan makan malam keluar
Tips & Info : Walaupun menarik, kota ini bisa diskip dulu. Mendingan ke kota kota lain atau memberikan waktu lebih panjang untuk explore Paris.
3. Lyon – Barcelona (Day 3 & 4)
Masih Jetlag sebenarnya, tetapi saya benar benar tidak ingin membuang waktu. Subuhnya kami di drop ke bandara, dan kami terbang dengan Ryan Air (budget airlines) ke Barcelona. Kami menginap di Central Garden Hostel One. Kami sampai masih pagi, jadi ada waktu 2 hari untuk explore kota Barcelona
Tips & Info : Barcelona menjadi kota tujuan pertama karena hanya ke kota ini yang tiketnya paling murah dari Lyon tanpa kami harus kembali ke Paris. Dari Lyon sebenarnya juga bisa ke Switzerland (lumayan murah juga) tetapi Negara ini akan masuk di leg kedua dalam perjalanan kami. Bisa juga ke Milan, tetapi Milan tidak termasuk salah satu tujuan kami di Italy.
4. Barcelona - Sevilla (Day 4 & 5)
Kami naik kereta malam ke Sevilla (irit hotel 1 malam), sampai di Sevilla masih pagi. Kami langsung ke stasiun untuk menitip tas di locker dan explore Sevilla.
Tips & Info : Sevilla ini merupakan UNESCO World Heritage. Kotanya menarik, kalau hari minggu kita masih bisa meliha para wanita menggunakan pakaian traditional Spanyol lengkap dengan hiasan rambutnya ke gereja. Kalau tidak punya waktu banyak bisa explore dengan bus hop and off. Dan karena connecting transportasinya yang bagus antara Barcelona – Sevilla – Madrid, makanya saya memilih kota ini.
5. Sevilla – Madrid (Day 5 & 6)
Malamnya kami naik bis ke Madrid (irit hotel lagi 1 malam). Bis nya lumayan besar dan nyaman, perjalanan juga lancar. Sampai di Madrid pagi hari, check in di Hostel El Pillar dan explore kota Madrid dengan bus hop and off.
6. Madrid – Roma (Day 7 & 8)
Pagi harinya kami naik pesawat Easyjet ke Roma (budget airlines) juga. Hari ketujuh kami explore kota Roma sampai malam hari. Di hari kedelapan kami ke Vatican dan Gereja St Petrus. Untuk menghemat waktu antri ke dalam Vatican kami ikut tour dengan harga pelajar (beruntunglah kami yang punya badan imut). Kami menginap di Domus Elisa, tidak jauh dari Colloseum.
Tips & Info : Madrid menjadi exit city dari Spanyol karena ada direct pesawat dari Madrid ke Roma dengan biaya yang murah. Kereta dan bis bukan pilihan yang bagus disini, selain waktunya harganya juga bisa lebih mahal.
7. Roma – Florence (Day 8 & 9)
Sore hari kami naik kereta ke Florence, sampai di Florence sudah malam, explore kota Florence di malam hari. Keesokan paginya kami melanjutkan explore kota Florence. Di Florence kami menginap di II Ghiro
8. Florence - Venice (Day 9 & 10)
Sore harinya kami naik kereta ke Venice. Sampai di Venice sudah malam, melihat suasana kota Venice di malam hari. Keesokan paginya kami baru mulai explore kota Venice. Di Venice kami menginap di B & B Ai Musi ci
9. Venice – Lyon (Day 10 – 13)
Kami kami sleep train ke Lyon (transit di Paris). Sampai di Lyon sudah siang, istirahat memulihkan tenaga. Keesokan harinya kami naik mobil ke Lacussa untuk bermain ski. Hari ketigabelas kami explore kota Lyon seharian.
10. Lyon – Geneva (Day 14)
Kami naik kereta pagi ke Geneva, terus explore Geneva beberapa jam.
11. Geneva – Lucerne (Day 14 & 15)
Sorenya kami kereta ke Lucerne, sampai di Lucerne udah malam. Check in di Twins Minbak B & B. Paginya kami berangkat ke Mt. Titlis, bermain main disana sampai siang hari.
Tips & Info : Jika punya waktu lebih, tinggallah lebih lama disini karena banyak yang bisa diexplore, alamnya begitu indah. Atau bisa menginap juga di Interlaken, kota terakhir sebelum Mt. Titlis
12. Lucerne – Zurich (Day 15)
Sorenya kami berangkat ke Zurich, explore Zurich beberapa jam
13. Zurich – Amsterdam (Day 15-17)
Kami naik kereta malam ke Amsterdam dan sampai di Amsterdam pagi hari. Menginap di hotel dekat dengan central station. Saya lupa namanya karena kita walk in.
Tips & Info : Hampir semua tempat wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki, atau kalau malas bisa sewa sepeda. Tour dengan kapal, mengelilingi kanal di Amsterdam layak dicoba.
14. Amsterdam - Paris (Day 17)
Malamnya kami naik bis ke Paris. Walau perjalanan panjang jalanannya sudah bagus, tidak macet (sempat stuck sebentar waktu melewati Belgium karena tidak ada mobil yang mengalah pas persimpangan).
15. Paris – Lyon - Boismorand (Day 18-19)
Sampai di Lyon siang, unpacking dan repacking. Malamnya kami berangkat dengan mobil ke Boismorand, menginap di rumah teman. Keesokan harinya (hari ke 19) kami ke Castle de Sully, malamnya dinner dengan keluarga teman.
16. Boismorand – Paris (Day 20)
Paginya didrop ke Paris, lanjut explore kota Paris. Menginap di St. Christopher
17. Paris – Singapore (Day 21)
Penerbangan kami siang hari dari Paris
‪#‎BDEurope‬ ‪#‎BDParis‬ ‪#‎BDAmsterdam‬ ‪#‎BDItali‬ ‪#‎BDSpanyol‬‪#‎BDSwitzerland‬