Sumber : Backpacper dunia
Gereja Tertua Dunia Ada di Iran
Belum lama ini, saya berkunjung di Azerbaijan Barat. Tapi nama Azerbaijan di sini bukan nama negara tapi nama daerah di sebelah Timur Iran dekat dengan perbatasan Irak, Turki dan Nakhchivan Azerbaijan. Dari Tehran sekitar 780 km. Saya menggunakan pesawat ke Azerbaijan dari Tehran sekitar satu jam penerbangan ( harga tiket pesawat sekitar 50 usd) dan mendarat di Urumiah, sebuah kota kecil yang sedang berkembang mau menjadi kota yang lebih besar. Banyak industri yang mulai melirik kota itu mengingat dekat Turki, Irak dan Nakhchivan. Setiba di Urumiah, saya dan teman-teman langsung menuju hotel Park. Harga hotel itu sekitar 100 usd untuk kamar yang menyediakan tiga tempat tidur. Kamar yang luas dan bersih tapi tetap berkesan hotel lama. Mungkin di Indonesia masuk kategori hotel minus bintang tiga.
Dalam perjalanan itu, saya sebenarnya mengincar gereja tertua di dunia yang terletak di daerah Chaldoran, Qare Kelisa sekitar lima jam perjalanan via darat dari Urumia. Saya menyewa mobil hotel untuk melakukan perjalanan ke Chaldoran. Harga sewa mobil sekitar 100 usd berikut supir. Perjalanan harus dilakukan pagi hari mengingat perjalanan yang cukup jauh dan harus dilalui satu hari penuh. Belum lagi kita harus berhenti di tengah jalan untuk melihat pemandangan yang sangat indah dalam perjalanan menuju ke gereja tertua di dunia.
Gereja itu disebut dengan nama Black Church, tapi dalam bahasa persia Qareh Kelisa. Bisa dikatakan gereja tertua karena di dalam gereja terdapat makam Santo Thadeus yang disebut-sebut sebagai sosok hawariyun Nabi Isa as atau pengikut setia Yesus. Santo Thadeus gugur syahid pada tahun 66 tahun masehi. Dengan demikian tempat itu berumur 1,949 tahun. Karena itu, tempat yang kemudian diabadikan menjadi gereja hingga sekarang bisa dikatakan gereja tertua di dunia. Gereja tertua di dunia yang terletak di negara Republik Islam Iran tetap terjaga dengan baik. Inilah bentuk toleransi yang tinggi antarummat beragama di negeri Persia. Bahkan akses jalan ke gereja sangat bagus sekali.
Hal yang unik, para peziarah yang datang ke gereja itu bukan saja dari kalangan kristiani tapi juga muslim. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berdoa di depan makam santo yang diyakini manusia mulia dan istimewa di mata Nabi Isa as. Saya pun menyempatkan untuk berdoa di gereja. Teman saya yang beragama Kristen setiba di gereja itu langsung melakukan misa sendirian. Gereja Black Church telah menjadi atap lintas agama yang bisa mempertemukan titik Islam dan Kristen. Islam juga menghormati Yesus karena diyakini sebagai utusan Tuhan sebelum Nabi Besar Muhammad Saw. Bahkan para pengunjung bukan hanya berdoa di tempat itu tapi mereka juga mengerjakan sholat di pekarangan gereja. Pemandangan yang indah sekali...
Disebut Black Churc karena arsitek gereja itu menggunakan batu hitam. Batu hitam di gereja menunjukkan bagian bangunan lama sedangkan batu putih adalah bangunan baru. Gereja itu mengalami renovasi berkali-kali, bahkan sempat hancur karena perang dan gempa. Raja muslim Abbasi I di Dinasti Safawi, sekitar enam abad lalu juga pernah memerintahkan renovasi gereja tersebut.
Untuk menuju gereja Black Church hanya bisa ditempuh di musim panas dan musim semi. Di musim dingin jalan menuju ke tempat itu akan tertutup salju tebal. Di musim semi ada festival tahunan yang melibatkan semua pemeluk Kristen berdatangan ke gereja itu membuat kemah di sekitar gereja dan menggelar pesta rakyat. Pemandangan menuju ke gereja sangat indah sekali bahkan terasa seperti di Eropa.
Untuk penerbangan ke Iran, Anda bisa menggunakan penerbangan Emirates, Qatar Air dan Ettihad langsung menuju ke Tehran via transit di satu tempat yang tergantung pesawat. Bisa di Dubai, Doha atau Abu Dhabi. Bila maskapai-maskapai tersebut mahal, teman-teman bisa terbang via Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Iran seperti Iran Air atau Mahan Air. Harga sekitar 400 hingga 800 usd. Setiba di bandara internasional Tehran, teman-teman berpindah ke bandara domestik yang terletak di kota untuk melanjutkan penerbangan ke kota Urumiah. Untuk menuju ke sana kita naik taksi yang dipatok harga sekitar 35 usd. Teman-teman juga bisa memilih penerbangan ke kota Tabriz untuk menuju ke gereja Black Church. Jika saya punya kesempatan lagi untuk pergi ke sana. Saya akan memilih penerbangan ke Tabriz. Selain bisa pergi ke Black Church juga bisa mendapatkan destinasi-destinasi lainnya di kota itu yang dibilanag eksotis.
Untuk visa, teman-teman bisa mengajukan visa ke kedutaan atau visa on arrival. Harga visa di kedutaan sekitar 35 uero. Saya tidak tahu persis harga visa on arrival. Sepertinya visa on arrival lebih mahal dari pada mengajukan visa ke kedutaan. #BDIran #BDBlackChurch
Gereja Tertua Dunia Ada di Iran
Belum lama ini, saya berkunjung di Azerbaijan Barat. Tapi nama Azerbaijan di sini bukan nama negara tapi nama daerah di sebelah Timur Iran dekat dengan perbatasan Irak, Turki dan Nakhchivan Azerbaijan. Dari Tehran sekitar 780 km. Saya menggunakan pesawat ke Azerbaijan dari Tehran sekitar satu jam penerbangan ( harga tiket pesawat sekitar 50 usd) dan mendarat di Urumiah, sebuah kota kecil yang sedang berkembang mau menjadi kota yang lebih besar. Banyak industri yang mulai melirik kota itu mengingat dekat Turki, Irak dan Nakhchivan. Setiba di Urumiah, saya dan teman-teman langsung menuju hotel Park. Harga hotel itu sekitar 100 usd untuk kamar yang menyediakan tiga tempat tidur. Kamar yang luas dan bersih tapi tetap berkesan hotel lama. Mungkin di Indonesia masuk kategori hotel minus bintang tiga.
Dalam perjalanan itu, saya sebenarnya mengincar gereja tertua di dunia yang terletak di daerah Chaldoran, Qare Kelisa sekitar lima jam perjalanan via darat dari Urumia. Saya menyewa mobil hotel untuk melakukan perjalanan ke Chaldoran. Harga sewa mobil sekitar 100 usd berikut supir. Perjalanan harus dilakukan pagi hari mengingat perjalanan yang cukup jauh dan harus dilalui satu hari penuh. Belum lagi kita harus berhenti di tengah jalan untuk melihat pemandangan yang sangat indah dalam perjalanan menuju ke gereja tertua di dunia.
Gereja itu disebut dengan nama Black Church, tapi dalam bahasa persia Qareh Kelisa. Bisa dikatakan gereja tertua karena di dalam gereja terdapat makam Santo Thadeus yang disebut-sebut sebagai sosok hawariyun Nabi Isa as atau pengikut setia Yesus. Santo Thadeus gugur syahid pada tahun 66 tahun masehi. Dengan demikian tempat itu berumur 1,949 tahun. Karena itu, tempat yang kemudian diabadikan menjadi gereja hingga sekarang bisa dikatakan gereja tertua di dunia. Gereja tertua di dunia yang terletak di negara Republik Islam Iran tetap terjaga dengan baik. Inilah bentuk toleransi yang tinggi antarummat beragama di negeri Persia. Bahkan akses jalan ke gereja sangat bagus sekali.
Hal yang unik, para peziarah yang datang ke gereja itu bukan saja dari kalangan kristiani tapi juga muslim. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berdoa di depan makam santo yang diyakini manusia mulia dan istimewa di mata Nabi Isa as. Saya pun menyempatkan untuk berdoa di gereja. Teman saya yang beragama Kristen setiba di gereja itu langsung melakukan misa sendirian. Gereja Black Church telah menjadi atap lintas agama yang bisa mempertemukan titik Islam dan Kristen. Islam juga menghormati Yesus karena diyakini sebagai utusan Tuhan sebelum Nabi Besar Muhammad Saw. Bahkan para pengunjung bukan hanya berdoa di tempat itu tapi mereka juga mengerjakan sholat di pekarangan gereja. Pemandangan yang indah sekali...
Disebut Black Churc karena arsitek gereja itu menggunakan batu hitam. Batu hitam di gereja menunjukkan bagian bangunan lama sedangkan batu putih adalah bangunan baru. Gereja itu mengalami renovasi berkali-kali, bahkan sempat hancur karena perang dan gempa. Raja muslim Abbasi I di Dinasti Safawi, sekitar enam abad lalu juga pernah memerintahkan renovasi gereja tersebut.
Untuk menuju gereja Black Church hanya bisa ditempuh di musim panas dan musim semi. Di musim dingin jalan menuju ke tempat itu akan tertutup salju tebal. Di musim semi ada festival tahunan yang melibatkan semua pemeluk Kristen berdatangan ke gereja itu membuat kemah di sekitar gereja dan menggelar pesta rakyat. Pemandangan menuju ke gereja sangat indah sekali bahkan terasa seperti di Eropa.
Untuk penerbangan ke Iran, Anda bisa menggunakan penerbangan Emirates, Qatar Air dan Ettihad langsung menuju ke Tehran via transit di satu tempat yang tergantung pesawat. Bisa di Dubai, Doha atau Abu Dhabi. Bila maskapai-maskapai tersebut mahal, teman-teman bisa terbang via Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Iran seperti Iran Air atau Mahan Air. Harga sekitar 400 hingga 800 usd. Setiba di bandara internasional Tehran, teman-teman berpindah ke bandara domestik yang terletak di kota untuk melanjutkan penerbangan ke kota Urumiah. Untuk menuju ke sana kita naik taksi yang dipatok harga sekitar 35 usd. Teman-teman juga bisa memilih penerbangan ke kota Tabriz untuk menuju ke gereja Black Church. Jika saya punya kesempatan lagi untuk pergi ke sana. Saya akan memilih penerbangan ke Tabriz. Selain bisa pergi ke Black Church juga bisa mendapatkan destinasi-destinasi lainnya di kota itu yang dibilanag eksotis.
Untuk visa, teman-teman bisa mengajukan visa ke kedutaan atau visa on arrival. Harga visa di kedutaan sekitar 35 uero. Saya tidak tahu persis harga visa on arrival. Sepertinya visa on arrival lebih mahal dari pada mengajukan visa ke kedutaan. #BDIran #BDBlackChurch
Tidak ada komentar:
Posting Komentar