Jumat, 20 Mei 2016

Pengajuan Visa Australia

Sumber : Fb Backpacper dunia
Cuman sekedar share:D

Teman2, saya mau berbagi cerita mengenai proses pengajuan visa Australia. Selama ini setiap kali mau mengajukan visa, saya memilih lewat travel agent krn tidak mau pusing dan repot. Tapi khusus visa kali ini, saya akhirnya tertantang juga untuk mengurus sendiri karena komporan dari seorang teman. Awalnya suami tidak setuju karena resiko kalau ada yang kurang nanti malah kacau, karena semua tiket pesawat Jakarta-Sydney-Melbourne-Goldcoast berikut Apartemen di masing2 kota sudah dibayar. Tapi saya bilang ke suami, lumayan loh... urus di travel agent harganya 1.8 juta/orang. sedangkan kalau urus sendiri, paling cuma 1.6 juta/orang. Hemat 800 ribu utk kita ber-4. Tapi tetap saja suami saya bilang, kan travel agent bantu isi form-nya, dll. Tapi teman saya yang sudah pengalaman urus visa Australia sendiri bercerita kalau mengajukan visa Australia itu mudah, cepat dan lebih murah. Kalau di travel agent bisa 15 hari kerja baru jadi, sedangkan kalau urus sendiri paling lama 1 minggu. I hate waiting, jadi saya putuskan yuk lah... kali ini urus sendiri.
Singkat kata, akhirnya suami menyerah dan saya mulai siapkan seluruh dokumen2 yang diperlukan, yaitu:
- mengisi form 1419 utk turis
- mengisi form 1229 utk turis berusia dibawah 18 tahun
- foto 4x6 1 lembar dengan latar belakang putih
- Foto copy akte lahir
- Foto copy akte pernikahan
- Foto copy Kartu Keluarga
- foto copy KTP
- Surat rekomendasi kerja dari kantor (asli)
- Foto copy bukti tiket pesawat
- Foto copy Bukti pembayaran Apartement
- Foto copy rekening koran bank 3 bulan terakhir
- Foto copy pasport halaman depan, halaman akhir dan semua halaman yang ada stampel-nya
- Foto copy seluruh visa2 yang pernah diperoleh selama ini
- Pasport asli terbaru dan yang lama
- Itinerary secara garis besar selama di Australia
Untuk anak, yang disiapkan:
- Foto copy Kartu pelajar
- Surat pernyataan dari sekolah
- Foto copy akte lahir
- Foto copy KTP, akte lahir dan akte perkawinan kedua orangtua
- Foto copy bukti tiket pesawat
- Foto copy bukti pembayaran apartement.
Yang bikin deg2an saat pengisian form yg berjumlah belasan lembar itu. Harus diisi dengan tulisan tangan huruf cetak/diketik. saya memilih mengisi dengan tulisan tangan. Saking takut salahnya, saya mengisi lama banget dan malah beberapa kali salah tulis. Ada juga bbrp pertanyaan yang ragu harus dijawab apa. Contohnya ada 1 pertanyaan seperti ini, apakah anda berniat mengunjungi Australia lebih dari 1x?sebutkan alasannya. Ada yang bilang, jawab saja tidak, nanti kamu dikira mau tinggal di sana loh. Tapi ada jg yang bilang, jawab saja iya. gak papa kok. Akhirnya saya memutuskan menjawab jujur saja, yaitu Ya.
Hari saat ke AVAC tiba. Saya datang berdua suami pukul 11.30 siang. Suami sudah khawatir bakal kena jam makan siang. Tapi dr info yang saya peroleh, jam makan siang AVAC adl bergantian. Jadi semua kegiatan dapat berlangsung seperti biasa selama jam kerja yaitu Senin-Jumat, Pukul 08.30-16.00. Tiba di Lantai 2 Kuningan City, kami disambut reception yang mempersilahkan kami utk melewati gerbang detector, meminta kami mematikan semua HP dan kami diberi nomor antrian. Masuk ke ruangan AVAC, terlihat di sebelah kiri adl utk pengajuan Visa UK, sebelah kanan utk visa New Zealand dan ditengah utk visa Australia. Disisi kanan tepat disamping pintu masuk, berjajar 4 orang yang sedang mengecak seluruh dokumen2 dari pemohon. Selang 5 menit, saya dipersilahkan duduk utk dicek seluruh dokumen2 tanpa ditanya nomor antrian saya. saat saya sodorkan nomor antrian, Mbak yang memanggil saya menngatakan tidak perlu. Dengan ramah beliau membuka satu persatu dokumen saya sambil mengajak saya ngobrol. Lalu pasport saya yang asli dikembalikan, dan dia bilang gini, semua pasport lama dibawa juga ya, mbak? gak perlu kok sebenarnya. Saya katakan, iya mbak, krn pasport yang lama ada visa Australia saya yg pernah saya peroleh 19 tahun yg lalu. kali aja ngaruh gitu loh. hehehe... Dia tertawa. Gak usah, Mbak... kan udah ada copy-nya. Dalam hati saya blg, namanya juga usaha, Mbak. tongue emotikon
Lalu tiba2 beliau bilang, loh... ini anaknya kok tidak isi form 1419?. Saya jawab, kan saya sudah isi form 1229 yg khusus anak. Beliau menjawab, harus isi form 1419 juga. Wah...calon balik lagi deh nih besok, batin saya. Lalu beliau bilang, ya sudah gak papa, Mbak. kita ada kok form kosong 1419-nya. Diisi di sini langsung aja, ya. Leganyaa... Saat saya minta ijin pindah mau isi form, beliau bilang gak apa2, langsung isi saja di depannya. Waduh, di rumah aja saya isinya lama banget dan grogi. Apalg harus isi langsung di depan beliau. Tapi ya sudah lah, ternyata isi di depan beliau bikin otak saya berfikir lbh cepat sehingga cepat selesai. Hehehe...
Lalu saya langsung disuruh ke bagian tengah ruangan utk melakukan pembayaran dan dikatakan akan dikabari melalui email mengenai nasib visa saya. Di counter pembayaran, saya ditanya, mau bayar tunai atau pakai kartu kredit. Karena saya tau jika pakai kartu kredit dikenakan charge 3%, maka saya sudah siapkan uang tunai. Selang 5 menit seluruh transaksi selesai dan setiap dari kami dikenakan biaya Rp. 1.599.500.
Saat penantian dimulai. Sehari 2x cek email, tdk muncul2 juga 'surat cinta'nya. Hari senin saya ajukan, akhirnya Hari ke-3 yaitu Kamis sore datang jg email yang dinanti2, menyatakan bahwa visa kami ber-4 di-APPROVED! Yeyyy.... Puji Tuhan. Yang lebih menyenangkan lagi, kami ber-4diberi visa multiple selama 3 tahun.
Lega, puas dan senang rasanya bisa urus visa sendiri tanpa travel agent, karena tenyata prosesnya memang jauh lebih cepat, mudah dan so pasti lebih murah! Makasih yaaa Reetha Tambayong yang sudah komporin aku. Dan makasih juga Mbak Vicky Kurniawan yang sering aku tny2in soal pengisian form. Senang sekali bs bergabung di grup ini yang membuat saya banyak banget nambah pengetahuan ttg traveling. ‪#‎BDVisa‬ ‪#‎BDVisaaustralia‬ ‪#‎BDAustralia‬

Tidak ada komentar:

Posting Komentar